Skip to Content

Pnt. Bastian B. Tewu Turangan, S.Th

“BERTOLONG-TOLONGLAH MENANGGUNG BEBANMU, DEMIKIANLAH KAMU MEMENUHI HUKUM KRISTUS.”

November 2, 2026 by
Pnt. Bastian B. Tewu Turangan, S.Th
| No comments yet

“BERTOLONG-TOLONGLAH MENANGGUNG BEBANMU, DEMIKIANLAH KAMU MEMENUHI HUKUM KRISTUS.”

Penatua Bastian B. Tewu Turangan, S.Th, laki-laki kelahiran Tompaso, 29 Juli 2001, yang kini berdomisili di Jaga II, Desa Sendangan, Kecamatan Tompaso, adalah sosok Penatua muda GMIM yang patut diteladani karena kesungguhannya menjalani panggilan pelayanan di tengah kesederhanaan pekerjaan kesehariannya. Menempuh pendidikan mulai dari TK GMIM Efata Tompaso, SD GMIM 1 Tompaso, SMP Negeri 1 Tompaso, hingga SMA Negeri 1 Tompaso, ia kemudian melanjutkan studi dan menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dengan gelar Sarjana Teologi (S.Th). Kesehariannya ia jalani sebagai pengemudi ojek online/InDriver, sekaligus dengan setia mengemban jabatan sebagai Penatua di lingkungan GMIM, dengan basket sebagai hobi yang terus ia tekuni di sela kesibukannya.

Perjalanan pelayanan Pnt. Bastian di GMIM ditandai dengan berbagai kepercayaan yang diembannya, sebuah rekam jejak yang menunjukkan konsistensi dan dedikasinya di tengah para pemuda. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Multimedia Wilayah Tumompaso Satu, serta pernah meraih predikat Remaja Teladan GMIM baik di tingkat Wilayah Tumompaso Satu maupun di tingkat Rayon 2 Minahasa. Saat ini, jabatan pelayanan yang ia emban adalah Penatua Pemuda GMIM Efata Sentrum Tompaso, Wilayah Tumompaso Satu.

Selain jabatan-jabatan pelayanan tersebut, Bastian juga turut berkiprah di luar lingkungan GMIM, antara lain sebagai Tutor PPA ID 0254 KGPM Getsemani Tompaso, serta dipercayakan sebagai Panitia KONAS Pemuda S.A.G 2026, menunjukkan bahwa kepeduliannya pada sesama juga terwujud dalam berbagai kegiatan pelayanan lintas gereja.

Meski kesehariannya dijalani dengan pekerjaan yang sederhana sebagai pengemudi ojek online, Bastian tidak pernah menjadikan hal tersebut sebagai penghalang untuk tetap setia melayani. Ia menunjukkan bahwa panggilan pelayanan tidak mengenal status pekerjaan maupun latar belakang ekonomi, melainkan kesungguhan hati untuk terus hadir dan berkontribusi bagi gereja dan sesama, sebuah sikap yang menjadi teladan berharga bagi para pemuda GMIM lainnya.

Pengalamannya sebagai Ketua Multimedia Wilayah Tumompaso Satu turut memperlihatkan kepeduliannya terhadap perkembangan pelayanan digital di lingkungan GMIM. Ia menyadari bahwa di era digital seperti sekarang, para pemuda gereja perlu turut ambil bagian dalam memanfaatkan teknologi dan media sebagai sarana penginjilan dan pelayanan yang lebih luas, tanpa meninggalkan nilai-nilai kerohanian yang menjadi dasar dari setiap pelayanan yang dijalankan.

Bastian juga berharap agar semakin banyak pemuda GMIM yang berani mengambil bagian dalam pelayanan, tanpa perlu merasa minder dengan latar belakang pekerjaan maupun kondisi yang dimiliki. Baginya, setiap proses kehidupan yang dijalani dengan kesetiaan kepada Tuhan pasti akan berujung pada kebaikan, sebagaimana yang telah ia alami sendiri sepanjang perjalanan hidup dan pelayanannya di GMIM.

Ketika diminta berbagi kesan sebagai bagian dari Pemuda GMIM, Bastian menyampaikan kesannya secara singkat namun penuh makna.

“PENUH PROSES!!!” ungkap Bastian.

Kepada seluruh Pemuda GMIM, Bastian menitipkan pesan penuh semangat yang lahir dari pengalaman hidup dan pelayanannya sendiri.

“Satu kali jatuh, dua kali bangkit. Tuhan tidak melihat seberapa siap kita dari apa yang kita punya, Tuhan pasti menolong setiap langkah kehidupan kita,” tegasnya.

Dengan motto hidup “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, Demikianlah kamu memenuhi Hukum Kristus,” Penatua Bastian B. Tewu Turangan membuktikan bahwa kesetiaan dalam pelayanan tidak diukur dari jabatan yang disandang maupun pekerjaan yang dijalani, melainkan dari konsistensi menjalani setiap proses kehidupan dengan sukacita, sebuah teladan yang patut diapresiasi dari seorang pemuda GMIM. Dari Tompaso, ia terus melangkah membawa semangat pelayanan bagi Pemuda GMIM.

Bastian Turangan

Ditulis oleh Redaksi OBOR

BAGIKAN TERANG

Bagikan renungan ini

Sign in to leave a comment