Skip to Content

AKU AKAN MENGGEMBALAKAN MEREKA SEBAGAIMANA SEHARUSNYA | YEHEZKIEL 34:1-16 | Pdt. Dr. Stefanus F. M, M. Th

Kamis, 7 November 2026 · Mazmur 139:23-24

November 8, 2026 by
AKU AKAN MENGGEMBALAKAN MEREKA SEBAGAIMANA SEHARUSNYA | YEHEZKIEL 34:1-16 | Pdt. Dr. Stefanus F. M, M. Th
Admin
| No comments yet

Seri renungan pekan ini: Mazmur 139:1-24

Sobat Obor, pasti pernah melihat lukisan “Gembala yang Baik” (The Good Shepherd) yang berakar pada karya seni sekitar abad ke 2-4 Masehi. Pada masa gereja mula-mula, simbol ini menjadi gambaran yang sangat kuat tentang Allah yang mencari, melindungi, dan menyelamatkan umat-Nya. Inspirasi utamanya berasal dari perkataan Yesus dalam Yohanes 10:11 tapi tentu saja berhubungan dengan tradisi PL, khususnya Mazmur 23 dan Yehezkiel 34. Lukisan tersebut bukan sekadar karya seni religi tapi merupakan pengakuan iman yang divisualisasikan, ketika manusia tersesat dan kehidupan menjadi gelap, Sang Gembala tidak meninggalkan kawanan-Nya. Sobat obor, Yehezkiel 34:1–16 berada dalam konteks pembuangan Babel ketika Israel mengalami kehancuran politik, sosial, dan spiritual. Perikop ini muncul sebagai teguran Allah terhadap para pemimpin Israel yang disebut “gembala” karena mereka gagal menjalankan tanggung jawabnya. Para gembala melakukan “abuse of power” memeras domba, tidak memperhatikan yang lemah, sakit, terluka, dan tersesat. Karena kegagalan tersebut, Allah menyatakan penghakiman-Nya dan sekaligus janji pemulihan: Tuhan sendiri akan menjadi Gembala yang mencari, mengumpulkan, menyembuhkan, melindungi, dan menggembalakan umat-Nya. Ayat 1–10 merupakan teguran keras Allah terhadap para pemimpin Israel yang gagal menjalankan mandat penggembalaan. Kata kunci Ibrani rōwe dari akar kata rāʿâh : gembala-gembala,” memiliki tugas menggembalakan, memelihara,” menggambarkan mereka yang seharusnya memelihara umat. Namun ironisnya, mereka justru menggembalakan diri sendiri. Kata kunci Ibrani lōʾ ḥizzaqtem: “kamu tidak menguatkan,” menegaskan kegagalan mereka menguatkan yang lemah. Mereka mengambil keuntungan dari kawanan, dan mengabaikan kebutuhan domba. Secara teologis, teks ini memperlihatkan distorsi mandat ilahi: otoritas yang seharusnya menjadi sarana pelayanan berubah menjadi kepentingan diri. Firman Tuhan menegaskan bahwa akibat pada gembala tidak memperhatikan domba-domba, maka Tuhan Allah sendiri yang akan menjadi lawan para gembala tersebut. Ahli PL Daniel Block menjelaskan bahwa ini bermakna Allah sendiri turun tangan untuk menghentikan para pemimpin yang memeras kawanan domba dan menuntut pertanggungjawaban mereka. Allah mengambil kembali otoritas atas umat yang selama ini disalahgunakan para gembala. Ayat 11–16 memperlihatkan inisiatif Tuhan sebagai Gembala sejati. Ketika gembala gagal, Tuhan sendiri turun tangan: “Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.” Inilah keindahan kasih karunia. Allah tidak meninggalkan umat-Nya ketika mereka terlantar. Ia mencari yang hilang, membawa pulang yang tersesat, membalut yang luka, menguatkan yang sakit, dan menjaga yang gemuk serta kuat. Tuhan bukan Gembala yang hanya berdiri dari kejauhan, Ia datang mendekat kepada domba yang terluka. Dalam teologi reformed, keselamatan selalu berakar pada inisiatif Allah: Allah mencari sebelum manusia menemukan; Allah memanggil sebelum manusia datang; Allah memulihkan sebelum manusia mampu memulihkan dirinya sendiri. Bahkan gambaran ini menemukan penggenapannya dalam Kristus yang berkata, “Akulah gembala yang baik” (Yun: egō eimi ho poimēn ho kalos. Yoh. 10:11). Yesus bukan hanya mengenal domba-domba-Nya, tetapi memberikan nyawa-Nya bagi mereka. Karena itu, Yehezkiel 34 mengingatkan: Jadilah domba-domba yang mau hidup dalam tuntunan dan perlindungan Allah yang adalah Gembala yang baik. Ketika kita tersesat Dia mencari, ketika kita terluka Dia membalut luka, ketika kita sakit Dia kuatkan. Ada banyak gembala di dunia ini tapi hanya Dia satu-satunya Gembala yang Mahakuasa dan Mahakasih.

Sobat obor, renungan ini memberi makna Kristologi yang sangat tinggi: Akulah Gembala yang baik” (egō eimi ho poimēn ho kalos; Yoh. 10:11) menegaskan eksklusivitas Kristus sebagai satu-satunya Gembala, sumber keselamatan dan kehidupan. Karena itu, hidup pemuda tidak boleh digembalakan oleh dunia, popularitas, pencapaian, atau pengakuan manusia, melainkan oleh Yesus Kristus. Hidup kita berakar pada kasih karunia-Nya. Sebagai generasi muda yang adalah domba-domba-Nya, kita dipanggil menggembalakan, bukan melukai; menggunakan talenta dan jabatan untuk menguatkan yang lemah, merangkul yang tersisih, dan menuntun yang kehilangan arah. Ketika tersesat, jangan menjauh dari Tuhan, sebab Sang Gembala mencari yang hilang, membalut yang terluka, dan menguatkan yang lemah. Di tangan Sang Gembala, hati menemukan jalan, luka menemukan pemulihan, dan hidup menemukan tujuan. Hidup sungguh-sungguh hidup ketika kita hidup bersama Yesus Sang Gembala Agung dan sumber hidup. Amin (SFM)

BAGIKAN TERANG

Bagikan renungan ini

Sign in to leave a comment
JANGAN CARI JABATAN, CARI HATI YANG SIAP MELAYANI | MAZMUR 139:23-24
Kamis, 7 November 2026 · Mazmur 139:23-24