Sobat Obor, Seorang penjaga museum mendapatkan tugas untuk menjaga sebuah lukisan yang sangat berharga. Lukisan itu bukan miliknya. Ia hanya dipercaya untuk merawat dan menjaganya agar tetap utuh. Setiap hari ia memperhatikan kelembapan ruangan, membersihkan tempatnya, memastikan tidak ada yang merusaknya. Ia tahu, suatu hari nanti ia mungkin tidak lagi menjadi penjaganya, tetapi selama dipercayakan kepadanya, ia harus menjaganya dengan sungguh-sungguh. Sebab yang dipercayakan kepadanya bukan sesuatu yang boleh diperlakukan sembarangan.
Demikian juga Paulus ketika berkata kepada Timotius dalam ayat 13, “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat.” Kata “peganglah” menunjukkan sebuah sikap yang aktif. Bukan sekadar mengetahui, tetapi tetap berpegang dengan sungguh-sungguh. Yang harus dipegang adalah “ajaran yang sehat.” Bagi Paulus, iman Kristen bukan sekadar pendapat atau teori. Ajaran tentang Kristus harus menjadi dasar kehidupan. Karena itu Paulus menambahkan: peganglah “dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” Kebenaran harus berjalan bersama iman dan kasih. Kemudian pada ayat 14 Paulus berkata, “Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.” Harta itu adalah Injil dan kebenaran Kristus yang dipercayakan kepada Timotius. Ia harus menjaganya dengan pertolongan Roh Kudus yang diam di dalam dirinya.
Sobat Obor, kita juga menerima harta yang sama. Kita telah mengenal firman, mengenal Kristus, dan menerima iman. Tetapi di tengah dunia yang menawarkan begitu banyak suara, kita mudah kehilangan pegangan. Apa yang sedang viral dapat memengaruhi kita. Pendapat orang dapat mengubah kita. Pergaulan dapat menarik kita menjauh dari Tuhan. Karena itu Paulus berkata: “Peganglah!” Pegang firman ketika banyak suara membingungkan. Pegang iman ketika keraguan datang. Pegang Kristus ketika hidup tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Jangan hanya menjadi pemuda yang tahu kebenaran, tetapi jadilah pemuda yang berpegang pada kebenaran dan hidup di dalamnya. Amin (MT)