Skip to Content

BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH SUPAYA PANGGILAN DAN PILIHANMU MAKIN TEGUH | 2 PETRUS 1 : 3 – 15 | Pdt. Denny L. Waljufry, S.Th

October 18, 2026 by
Editor
| No comments yet

Sobat Obor, apa jadinya jika kita menerima pesan terakhir dari orang tua atau mentor yang sangat kita hormati? Kita pasti akan  membacanya  secara  perlahan  dan  menyimpannya  di dalam hati sebagai pedoman hidup. Hal itulah yang sebenarnya menjadi latar belakang saat rasul Petrus menulis surat ini. Beliau menyadari bahwa ajalnya telah dekat dan waktunya di dunia hampir selesai. Oleh karena itu, tulisan dalam 2 Petrus ini bukan sekadar surat biasa, melainkan sebuah “surat wasiat” rohani atau yang secara akademis disebut sebagai literatur wasiat. Petrus ingin jemaat, termasuk kita pemuda GMIM saat ini, memiliki iman yang kokoh dan tidak mudah goyah oleh berbagai tren atau pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Inilah yang menjadi konteks situasi nyata saat itu: sebuah peringatan agar kita tidak menjadi pemuda yang acuh tak acuh terhadap pertumbuhan rohani.

Tema kita minggu ini, “Berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh,” mengingatkan kita bahwa menjadi orang Kristen bukan hanya perihal status. Ayat 3 menyatakan bahwa kuasa Tuhan telah menganugerahkan modal luar biasa bagi kita untuk hidup benar. Kita telah diberikan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh melalui pengenalan akan Dia. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk berkata bahwa menjadi kudus adalah hal yang mustahil karena kita hanya manusia biasa. Tuhan telah memberikan modal penuh bagi kita, bahkan menjanjikan agar kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Ini adalah benang merah yang indah, Tuhan yang memulai dan memberikan anugerah, namun kita yang harus memberikan respons secara aktif dalam iman. Perhatikanlah ayat 5 yang mengandung kalimat tajam: “Justru karena itu...” Kalimat ini menjadi jembatan hermeneutis antara anugerah Tuhan dan tanggung jawab manusia. Karena Tuhan telah memberikan segalanya, respons kita seharusnya bukan bersikap pasif, melainkan harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Inilah ujian integritas kita sebagai pemuda. Integritas berarti apa yang kita imani harus selaras dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan nyata. Petrus menyajikan daftar “Tangga Iman” yang harus kita daki: tambahkanlah kebajikan pada iman, lalu pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan, dan puncaknya adalah kasih agape. Iman tanpa penguasaan diri akan menjadi liar, sementara pengetahuan tanpa kasih akan membuat seseorang menjadi sombong. Semuanya harus berjalan secara seimbang, beriringan, dan konsisten.

Mengapa kita harus gigih untuk terus bertumbuh? Ayat 8 dan 9 memberikan peringatan yang sangat serius. Jika kualitas karakter tersebut tidak ada dalam diri kita, maka kita akan menjadi pemuda yang mandul secara rohani atau tidak berdaya guna dalam pelayanan. Petrus bahkan menyebutkan bahwa kita dapat menjadi “buta” atau berpandangan pendek. Kita akan mudah melupakan fakta bahwa dosa-dosa kita telah dihapuskan, lalu kembali terjerumus ke dalam kebiasaan buruk masa lalu yang merusak masa depan. Sebaliknya, jika kita terus bertumbuh, soliditas iman kita akan semakin kuat. Kita tidak akan mudah terseret arus pergaulan yang salah atau rupa-rupa pengajaran yang menyesatkan. Panggilan Tuhan dalam hidup kita akan menjadi semakin mantap dan nyata melalui perbuatan sehari-hari di mana pun kita ditempatkan.

Sobat obor, dunia saat ini menawarkan banyak hal instan yang sering kali membuat kita menjadi malas untuk berjuang secara rohani. Namun, melalui firman ini, kita diajak untuk memiliki disiplin diri yang kuat. Jangan hanya puas menjadi “Kristen KTP” tanpa pertumbuhan karakter yang nyata. Kita perlu senantiasa mengingat pesan ini, sebagaimana Petrus yang terus-menerus mengingatkan jemaatnya agar tidak lalai. Lakukanlah bagian Anda dengan serius dan dakilah setiap anak tangga iman tersebut dengan penuh kesetiaan. Ingatlah prinsip utamanya: do your best, lakukan yang terbaik dari bagian Anda, dan biarkan Tuhan yang menyempurnakan hasilnya. Amin (DLW)


BAGIKAN TERANG

Bagikan renungan ini

Sign in to leave a comment
PENGURAPAN | 1 SAMUEL 16:13