Seri renungan pekan ini: Mazmur 139:1-24
Sobat Obor, masa muda adalah masa membangun masa depan. Ada yang sedang mengejar pendidikan, mencari pekerjaan, membangun bisnis, mempersiapkan pernikahan atau mengejar cita-cita. Semua itu baik. Masalahnya muncul ketika cita-cita mengambil tempat Tuhan. Kita mulai berpikir, “Saya harus sukses supaya dihargai.” Akhirnya pendidikan hanya untuk gelar, pekerjaan hanya untuk uang, pelayanan hanya untuk jaringan, dan keberhasilan hanya untuk mendapatkan pengakuan. Kita menjadi sangat sibuk mengejar masa depan sampai lupa siapa yang memegang masa depan. Mazmur 139 mengingatkan bahwa hari-hari hidup manusia berada dalam pengetahuan Allah. Daud bahkan kagum terhadap pikiran Allah yang begitu dalam dan banyaknya.
Sobat obor, secara dogmatis, ini berkaitan dengan providensi Allah dan doktrin panggilan (vocation). Allah bukan hanya menciptakan kita, tetapi memelihara kehidupan kita. Karena itu, masa depan bukan sesuatu yang harus kita takuti seolah-olah semuanya bergantung pada kekuatan kita sendiri. Namun providensi Allah tidak berarti manusia boleh pasif. Kita tetap dipanggil bekerja, belajar, merencanakan dan menggunakan karunia yang Tuhan berikan. Dalam pemahaman Reformed, pekerjaan dan pendidikan dapat menjadi bagian dari panggilan hidup. Seorang mahasiswa dapat memuliakan Tuhan melalui studinya. Seorang pengusaha dapat memuliakan Tuhan melalui bisnis yang jujur. Seorang pekerja dapat memuliakan Tuhan melalui integritas. Kesuksesan bukan dosa, tetapi kesuksesan harus ditempatkan di bawah kehendak Allah.
Sobat obor, milikilah cita-cita, tetapi jangan menyembah cita-cita. Kejarlah pendidikan, tetapi jangan mengorbankan karakter demi nilai. Kejarlah pekerjaan, tetapi jangan menjual kejujuran demi uang. Bangun bisnis, tetapi jangan menghalalkan segala cara. Milikilah impian besar, tetapi tetaplah rendah hati di hadapan Tuhan. Ketika berhasil, katakan, “Ini karena anugerah Tuhan.” Ketika gagal, katakan, “Tuhan tetap memegang hidup saya.” Jangan takut masa depan, tetapi jangan pula menganggap masa depan sepenuhnya berada dalam kendalimu. Amin (KK)