Seri renungan pekan ini: Mazmur 139:1-24
Sobat Obor, media sosial sering membuat kita membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Kita melihat teman mendapatkan pekerjaan, menikah, memiliki kendaraan, bepergian, lulus dengan prestasi, membuka usaha, atau mencapai cita-cita. Lalu kita melihat diri sendiri dan berkata, “Mengapa hidup saya belum seperti mereka?” Padahal yang kita lihat hanyalah “highlight” kehidupan mereka. Kita tidak melihat air mata, kegagalan, pergumulan dan perjuangan yang mereka sembunyikan. Akibatnya, banyak pemuda merasa minder dan menganggap dirinya tidak berharga. Mazmur 139:13-16 memberikan perspektif berbeda. Daud berkata bahwa Tuhanlah yang membentuk dirinya dalam kandungan dan bahwa ia dibuat dengan dahsyat dan ajaib. Bahkan sebelum manusia dikenal dunia, ia sudah dikenal oleh Allah.
Sobat obor, secara dogmatis, bagian ini berbicara tentang doktrin penciptaan dan providensi Allah. Manusia bukan hasil kebetulan. Kehidupan manusia berada dalam pengetahuan dan karya Allah. Ini tidak berarti setiap cita-cita manusia otomatis akan terjadi persis seperti yang direncanakan. Namun ini berarti hidup kita memiliki nilai karena berasal dari Allah dan berada dalam pemeliharaan-Nya. Dalam perspektif Reformed, manusia adalah ciptaan yang berharga tetapi telah jatuh ke dalam dosa. Karena itu, identitas kita tidak boleh dibangun hanya dari prestasi, penampilan, kekayaan, pendidikan atau popularitas. Nilai manusia tidak ditentukan oleh jumlah likes. Allah tidak mengasihi seseorang karena jumlah pengikutnya. Kita harus melihat diri dan sesama melalui perspektif Allah, bukan melalui standar dunia.
Sobat obor, berhentilah mengukur hidupmu menggunakan penggaris milik orang lain. Kamu tidak terlambat hanya karena temanmu lebih dahulu berhasil. Kamu tidak gagal hanya karena orang lain lebih cepat mencapai cita-cita. Kembangkan kemampuan yang Tuhan berikan. Belajarlah dengan tekun. Bekerjalah dengan jujur. Bangunlah masa depan dengan disiplin. Tetapi jangan kehilangan sukacita karena terus membandingkan diri. Bersyukurlah atas perjalananmu. Hargailah proses. Jika temanmu berhasil, belajarlah bersukacita dan jangan iri. Jika kamu berhasil, jangan sombong. Amin (KK)