Skip to Content

JEJAK DIGITAL TIDAK PERNAH BENAR-BENAR HILANG | MAZMUR 139:1-6 

November 2, 2026 by
JEJAK DIGITAL TIDAK PERNAH BENAR-BENAR HILANG | MAZMUR 139:1-6
Editor - AA
| No comments yet

Sobat Obor, pernahkah kamu menghapus postingan karena merasa terlalu berlebihan, menghapus komentar karena takut dibaca orang, atau menghapus chat karena tidak ingin diketahui siapa pun? Di zaman digital, kita sering berpikir bahwa tombol “hapus” berarti semuanya selesai. Padahal jejak digital dapat tersimpan, dibagikan kembali, atau dilihat orang lain. Lebih penting lagi, ada satu Pribadi yang tidak membutuhkan screenshot, rekaman layar atau akses akun untuk mengetahui kehidupan kita: Tuhan. Mazmur 139:1-4 berkata bahwa Tuhan menyelidiki dan mengenal Daud, mengetahui ketika ia duduk maupun berdiri, bahkan mengetahui perkataan sebelum keluar dari lidahnya. Ini menjadi teguran bagi pemuda yang memiliki “dua kehidupan”: tampak baik di gereja, tetapi berbeda ketika berada di dunia maya. Kita dapat menyembunyikan sesuatu dari orang tua, teman, bahkan pelayan gereja, tetapi tidak dari Tuhan. Sobat obor, secara dogmatis, bagian ini berbicara tentang kemahatahuan Allah (omniscience). Allah tidak mengenal manusia secara terbatas seperti manusia mengenal manusia. Ia mengetahui pikiran, perkataan, tindakan dan motivasi hati. Karena itu, hidup orang percaya harus dijalani coram Deo, yaitu di hadapan Allah. Kesadaran bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu bukan sekadar menakutkan, tetapi juga membentuk integritas. Dalam teologi Reformed, manusia yang telah jatuh ke dalam dosa memiliki kecenderungan menyembunyikan kesalahan dan membenarkan diri. Karena itu kita membutuhkan anugerah dan karya Roh Kudus yang terus menguduskan. Doa Daud bukan sekadar, “Tuhan, lihat saya,” tetapi “Tuhan, periksalah saya.” Ia bersedia dikoreksi. Inilah spiritualitas pertobatan: bukan berusaha terlihat sempurna, tetapi bersedia dibentuk Tuhan. 

Sobat obor, jangan menjadi pemuda yang hanya menjaga citra tetapi kehilangan karakter. Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan: “Apakah ini memuliakan Tuhan?” Sebelum menulis komentar, tanyakan: “Apakah perkataan ini membangun?” Sebelum mengirim pesan pribadi, tanyakan: “Apakah saya berani mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan?” Jangan gunakan media sosial untuk menyindir, mempermalukan, menyebarkan gosip atau membangun kebencian. Jadilah orang yang sama di gereja, rumah, sekolah, kampus, tempat kerja dan media sosial. Jangan hanya menghapus jejak digital; biarkan Tuhan membersihkan jejak dosa dalam hati. Kehidupan yang berintegritas jauh lebih berharga daripada citra yang sempurna. Amin (KK)

BAGIKAN TERANG

Bagikan renungan ini

Sign in to leave a comment
SELIDIKILAH DAN UJILAH AKU, KENALLAH HATI DAN PIKIRAN PIKIRANKU | MAZMUR 139:1-24 | Pdt. Kristian Kasenda, S.Th