Sobat Obor, sebagai pemuda GMIM yang berakar dalam tradisi Reformed, kita mengamini bahwa segala sesuatu bersumber dari kedaulatan Allah (Sola Gratia). Namun, di tengah realitas hidup yang penuh godaan, sering kali kita merasa tidak berdaya dan berpikir bahwa hidup kudus hanyalah teori yang sulit dicapai oleh anak muda. Nas hari ini dalam 2 Petrus 1:3-4 memberikan penegasan dogmatis yang sangat kuat: Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk hidup yang saleh. Ini adalah poin yang sangat penting bagi dasar iman kita. Kita tidak sedang berjuang melakukan berbagai perbuatan baik untuk mendapatkan keselamatan dari Tuhan. Sebaliknya, karena Tuhan dalam kedaulatan-Nya telah memanggil dan memilih kita sejak awal, Ia juga melengkapi kita dengan kuasa-Nya. Dalam teologi Reformed, kita percaya bahwa manusia yang telah rusak karena dosa tidak akan pernah mampu hidup benar dengan kekuatan sendiri. Namun, melalui pengenalan akan Dia, kita diberikan modal rohani yang tuntas. Tuhan memberikan janji-janji yang sangat berharga sebagai jaminan bagi masa depan kita.
Melalui janji tersebut, kita dimampukan untuk mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Ini bukan berarti kita menjadi setara dengan Tuhan, melainkan Tuhan memulihkan kembali gambar-Nya (imago Dei) di dalam diri kita yang sempat rusak. Kita dimampukan untuk luput dari nafsu dunia yang membinasakan bukan karena kehebatan kita dalam disiplin diri, melainkan karena kuasa Roh Kudus yang bekerja aktif dalam hidup kita. Mari kita hayati bahwa ketaatan kita setiap hari adalah respons syukur atas anugerah yang sudah diberikan secara cuma-cuma. Jangan pernah merasa tidak sanggup melayani atau hidup benar di tengah pergaulan. Ingatlah, jika Tuhan yang memanggil, maka Tuhan juga yang menyediakan segala kebutuhannya. Hidup saleh bukanlah beban yang menakutkan, melainkan bukti nyata bahwa kuasa Tuhan sedang bekerja di dalam kita. Amin (DLW)