Skip to Content

MANUSIA MELIHAT APA YANG DIDEPAN MATA TETAPI TUHAN MELIhat HATI | 1 SAMUEL 16:1-13 | Pdt.  Andre R. M.  Izaak,  M.Th

October 11, 2026 by
Editor
| No comments yet

Sobat Obor, ada peribahasa dalam Bahasa Inggris yang mengatakan don’t judge a book by its cover, jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya. Ungkapan ini hendak mengatakan bahwa jangan pernah menilai dari penampilan fisik atau kesan dari pandangan mata saja. Sebab kita tidak dapat menilai kualitas, nilai atau karakter seseorang hanya dari apa yang terlihat oleh mata karena itu bisa saja menipu kita. Kisah Joshua Bell seorang pemain biola bahkan seorang maestro kelas dunia yang meraih penghargaan Grammy pernah melakukan suatu eksperimen dalam hidupnya. Suatu waktu di Boston, Amerika Serikat ia menggelar konser megah dan tiketnya laku keras seharga 100 dolar. Sebelum konser di pagi hari ia menuju ke stasiun dan menyamar dengan menggunakan celana jeans, kaos oblong dan topi baseball. Ia pergi ke sudut stasiun dan memainkan biolanya selama 45 menit. Selama ia memainkan biolanya ada begitu banyak orang yang lewat dan hanya 7 orang yang berhenti mendengar dan hanya satu orang yang mengenalinya. Ia mendapatkan 32,17 dolar dari hasil memainkan biolanya selama 45 menit. Melalui kisah Bell kita tahu bahwa banyak orang sering mengabaikan orang lain hanya karena penampilannya. Banyak orang di stasiun tidak menyadari bahwa yang memainkan biola itu adalah sang maestro yang punya nilai dan kualitas.

Sobat obor, Alkitab juga mencatat kisah yang menceritakan tentang pemilihan Daud sebagai Raja menggantikan Saul. Kisah yang diawali dengan Tuhan menyesal menjadikan Saul sebagai Raja. Hal ini dikarenakan Saul telah berpaling dan tidak melaksanakan firman-Nya (band. 1 Sam. 15:11). Ketidaktaatan Saul membuat Tuhan menolaknya sebagai raja Israel (band. 1 Sam. 15:23). Penolakan Tuhan terhadap Saul sebagai Raja Israel dan membuat Tuhan memerintahkan nabi Samuel untuk pergi ke Betlehem mengurapi seorang raja baru bagi Israel (1 Sam. 16:1). Dalam menjalankan tugas ini nabi Samuel sempat ragu dan takut (1 Sam. 16:2). Tetapi kemudian Tuhan  meyakinkan  Samuel  untuk  melaksanakan  tanggung  jawab  ini dengan membawa seekor lembu muda sebagai korban kepada Tuhan, dan mengundang Isai ayah Daud dalam upacara itu, agar supaya mengurapi salah seorang anak dari Isai menggantikan Saul (1 Sam. 16:2b-5). Ketika Isai dan anak-anaknya dikuduskan oleh Samuel maka kemudian ia mulai memberikan penilaian berdasarkan apa yang dilihatnya. Bagi Samuel Eliab memenuhi persyaratannya tetapi kemudian Tuhan menolak Eliab. Tuhan menegaskan bahwa bukan manusia melihat apa yang di depan mata tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7). Setelah Eliab secara berturut-turut Abinadab, Syama sampai tujuh anaknya yang lain tetapi semuanya tidak dipilih Tuhan. Tersisa seorang yang bernama Daud yang sedang menjaga kawanan domba yang kemudian dipanggil datang dan Tuhan berkenan dan Dia berkata kepada Samuel: bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia! Samuel kemudian mengurapi Daud diantara saudaranya dan sejak hari itu dan seterusnya Roh Tuhan menguasai Daud.

Sobat obor, kisah pengurapan Daud sebagai Raja Israel mengingatkan kita sebagai orang muda untuk jangan kecewa dengan kegagalan di masa lalu tetapi bangkit dan bergerak maju dalam keyakinan iman bahwa Tuhan akan menolong. Kisah ini juga mengingatkan untuk berani dan jangan takut ketika Tuhan memilih kita untuk melaksanakan tanggungjawab yang Tuhan telah percayakan untuk kita. Ketika Tuhan memilih pasti Dia akan memperlengkapi.

Sebagai orang muda kita juga diingatkan untuk tidak mudah menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata saja. Sebab terkadang banyak orang terlihat baik saat orang banyak yang melihatnya tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Oleh karena itu jangan cepat menilai bahkan kemudian menghakimi seseorang hanya karena kita merasa dia tidak pantas atau tidak layak karena tidak sejalan dengan diri kita atau kelompok kita.

Bacaan di minggu berjalan ini juga mengingatkan bahwa saat kita dipilih Tuhan untuk melayani, maka Roh Tuhan pasti akan ada pada kita dan menyertai kita senantiasa. Percayalah Tuhan pasti menolong setiap orang yang melaksanakan tanggungjawab pelayanannya dengan setia. Amin (ARMI)

BAGIKAN TERANG

Bagikan renungan ini

Sign in to leave a comment
BERTINDAK DENGANTEGAS | 2 TAWARIKH 19:11