Sobat Obor, dalam kehidupan yang kita jalani setiap hari di dunia ini, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua yang kita harapkan dapat diraih dan tidak semua yang kita perjuangkan akan selalu dimiliki. Terkadang Tuhan mengijinkan saya dan saudara melewati suatu proses bahkan ujian yang tidak mudah. Ada kegagalan, kekalahan, hambatan serta penderitaan yang harus kita rasakan. Dalam proses inilah seringkali kita gagal karena menyerah dan bersikap apatis terhadap keadaan hidup. Akhirnya kita menjadi orang-orang yang kehilangan pengharapan, berputus asa dan lebih mudah mengeluh terhadap keadaan yang terjadi. Akibatnya sebagai orang percaya kita sulit bangkit dan bergerak maju untuk melakukan perubahan dalam hidup.
Sobat obor, bacaan hari ini mengingatkan kita bagaimana nabi Samuel berduka karena Saul yang tidak setia. Nabi Samuel merasa ia gagal menyampaikan kebenaran firman kepada sang Raja. Sebagai seorang nabi ia merasa tidak dihiraukan oleh Saul. Dalam rasa kecewa itulah kemudian Tuhan berfirman kepadanya agar supaya segera bangkit dan melupakan masalah yang ditimbulkan oleh Saul. Tuhan menghendaki Samuel bangkit dan bergerak maju menuju Betlehem untuk menjumpai Isai. Sebab di Betlehem ada rencana mulia yang disiapkan Tuhan bagi kelangsungan kerajaan Israel. Tuhan memerintahkannya untuk mengisi tabung tanduknya dengan minyak dan pergi untuk mengurapi raja yang baru. Mendengar perintah ini ada ketakutan dari Samuel sebab jika hal ini diketahui oleh Saul maka sebagaimana perkataannya ia akan dibunuh. Tetapi Tuhan mengingatkannya bahwa Dia tidak hanya sekedar memerintahkan tetapi juga pasti akan menyertai.
Sobat obor, apakah situasi seperti nabi Samuel sedang kita alami? Sulit untuk melupakan apa yang terjadi di masa lalu sehingga menjadi orang yang kurang bersemangat bahkan seperti orang yang kehilangan pengharapan dan terus ada dalam kesedihan akan peristiwa masa lalu? Percayalah Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik akan masa depan kita. Oleh karena itu janganlah menjadi takut atas keadaan yang terjadi. Melainkan yakinlah bahwa Tuhan sanggup berperkara atas segala sesuatu. Amin (ARMI)
Sobat obor, Alkitab juga mencatat kisah yang menceritakan tentang pemilihan Daud sebagai Raja menggantikan Saul. Kisah yang diawali dengan Tuhan menyesal menjadikan Saul sebagai Raja. Hal ini dikarenakan Saul telah berpaling dan tidak melaksanakan firman-Nya (band. 1 Sam. 15:11). Ketidaktaatan Saul membuat Tuhan menolaknya sebagai raja Israel (band. 1 Sam. 15:23). Penolakan Tuhan terhadap Saul sebagai Raja Israel dan membuat Tuhan memerintahkan nabi Samuel untuk pergi ke Betlehem mengurapi seorang raja baru bagi Israel (1 Sam. 16:1). Dalam menjalankan tugas ini nabi Samuel sempat ragu dan takut (1 Sam. 16:2). Tetapi kemudian Tuhan meyakinkan Samuel untuk melaksanakan tanggung jawab ini dengan membawa seekor lembu muda sebagai korban kepada Tuhan, dan mengundang Isai ayah Daud dalam upacara itu, agar supaya mengurapi salah seorang anak dari Isai menggantikan Saul (1 Sam. 16:2b-5). Ketika Isai dan anak-anaknya dikuduskan oleh Samuel maka kemudian ia mulai memberikan penilaian berdasarkan apa yang dilihatnya. Bagi Samuel Eliab memenuhi persyaratannya tetapi kemudian Tuhan menolak Eliab. Tuhan menegaskan bahwa bukan manusia melihat apa yang di depan mata tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7). Setelah Eliab secara berturut-turut Abinadab, Syama sampai tujuh anaknya yang lain tetapi semuanya tidak dipilih Tuhan. Tersisa seorang yang bernama Daud yang sedang menjaga kawanan domba yang kemudian dipanggil datang dan Tuhan berkenan dan Dia berkata kepada Samuel: bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia! Samuel kemudian mengurapi Daud diantara saudaranya dan sejak hari itu dan seterusnya Roh Tuhan menguasai Daud.
Sobat obor, kisah pengurapan Daud sebagai Raja Israel mengingatkan kita sebagai orang muda untuk jangan kecewa dengan kegagalan di masa lalu tetapi bangkit dan bergerak maju dalam keyakinan iman bahwa Tuhan akan menolong. Kisah ini juga mengingatkan untuk berani dan jangan takut ketika Tuhan memilih kita untuk melaksanakan tanggungjawab yang Tuhan telah percayakan untuk kita. Ketika Tuhan memilih pasti Dia akan memperlengkapi.
Sebagai orang muda kita juga diingatkan untuk tidak mudah menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat secara kasat mata saja. Sebab terkadang banyak orang terlihat baik saat orang banyak yang melihatnya tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Oleh karena itu jangan cepat menilai bahkan kemudian menghakimi seseorang hanya karena kita merasa dia tidak pantas atau tidak layak karena tidak sejalan dengan diri kita atau kelompok kita.
Bacaan di minggu berjalan ini juga mengingatkan bahwa saat kita dipilih Tuhan untuk melayani, maka Roh Tuhan pasti akan ada pada kita dan menyertai kita senantiasa. Percayalah Tuhan pasti menolong setiap orang yang melaksanakan tanggungjawab pelayanannya dengan setia. Amin (ARMI)