Sobat Obor, tema “Selidikilah dan ujilah aku, kenallah hati dan pikiranku” dari Mazmur 139:1-24 mengajak kita untuk berani membuka diri di hadapan Tuhan. Daud menyadari bahwa Tuhan mengenal dirinya secara sempurna: mengetahui pikiran, perkataan, pergumulan dan seluruh jalan hidupnya. Doa ini sangat relevan bagi pemuda GMIM, terutama dalam proses pemilihan Pelayan Khusus, perangkat pelayanan dan Komisi Pemuda. Sebelum bertanya, “Apakah saya akan dipilih?”, hendaknya kita bertanya, “Apakah hati saya sungguhsungguh siap melayani?” Pelayanan bukan tempat mencari popularitas, kehormatan atau kepentingan pribadi. Dalam iman Reformed, kita percaya bahwa manusia diselamatkan dan dipanggil karena anugerah Allah (Sola Gratia), bukan karena kehebatan manusia. Karena itu, jika dipercaya melayani, jangan sombong; jika belum dipercaya, jangan kecewa. Kristus adalah pusat pelayanan dan segala kemuliaan harus kembali kepada Allah.
Sobat obor, realitas kehidupan pemuda tidak mudah. Kita menghadapi pendidikan, pekerjaan, cita-cita, persahabatan, pacaran, media sosial dan persaingan. Tidak jarang kita membandingkan diri dengan orang lain. Ketika teman berhasil, kita iri; ketika teman dipilih menjadi pelayan, kita bertanya mengapa bukan kita; ketika cita-cita belum tercapai, kita merasa gagal. Dalam gereja, pemilihan pelayanan dapat menjadi sumber sukacita, tetapi juga dapat menjadi sumber konflik jika hati tidak dijaga. Karena itu, pemuda harus belajar bahwa pelayanan bukan kompetisi. Yang terpilih harus rendah hati, sedangkan yang tidak terpilih harus tetap setia. Jangan membalas kekecewaan dengan gosip, sindiran, fitnah atau menjauh dari persekutuan. kejarlah prestasi dengan kejujuran, kejarlah keberhasilan tanpa mengorbankan integritas, pilihlah teman yang membangun iman, jagalah kekudusan dan hormatilah tubuh serta masa depan satu sama lain, jangan gunakan kata-kata untuk mempermalukan atau menjatuhkan orang lain.
Sobat obor, Mazmur 139 menegaskan bahwa Allah adalah Mahatahu dan Mahahadir; Tuhan mengetahui kita bahkan sebelum kita dilahirkan. Daud juga mengakui bahwa manusia dibentuk Allah secara ajaib. Ini berarti setiap manusia memiliki martabat karena berasal dari Allah. Namun manusia juga telah jatuh ke dalam dosa sehingga hati dan pikirannya tidak selalu benar. Karena itu, manusia membutuhkan anugerah dan pembaruan Roh Kudus. Masalah manusia bukan hanya kurang kemampuan, tetapi juga hati yang dapat dikuasai kesombongan, iri hati, ambisi dan keinginan mencari pujian. Dalam konteks pemilihan Pelayan Khusus GMIM, hal ini harus menjadi perhatian. Pemilihan tidak boleh didasarkan semata-mata pada popularitas, kedekatan, kelompok atau kepentingan pribadi, tetapi harus mempertimbangkan iman, karakter, keteladanan, kemampuan dan kesediaan melayani. Pelayan gereja bukan penguasa, melainkan hamba Kristus. Karena itu, baik yang memilih maupun yang dipilih harus menjaga etika kasih, kejujuran dan persaudaraan Sobat obor, Jika kita percaya Allah Mahatahu, maka kita tidak akan hidup sembarangan ketika tidak ada orang yang melihat. Jika kita percaya Allah Mahahadir, maka kita sadar bahwa kehidupan pribadi pun berada di hadapan Tuhan. Jika kita percaya manusia diciptakan menurut gambar Allah, kita tidak akan merendahkan sesama. Jika kita percaya Kristus adalah Kepala Gereja, kita tidak akan menjadikan pelayanan sebagai milik pribadi. Jika kita percaya keselamatan adalah anugerah, kita tidak akan menyombongkan kemampuan. Karena itu, pemuda Kristen dipanggil hidup dalam kekudusan dan integritas. Jangan menyontek dalam pendidikan. Jangan menipu dalam pekerjaan. Jangan memanfaatkan pelayanan untuk keuntungan pribadi. Jangan menyebarkan berita yang belum tentu benar. Jangan menjadikan media sosial sebagai tempat melampiaskan kebencian. Jangan mengorbankan iman demi diterima dalam pergaulan.
Sobat obor, marilah menjadikan doa Daud sebagai doa kita, Pemuda yang ingin melayani harus terlebih dahulu bersedia diperiksa Tuhan. Jika dipilih, melayanilah dengan rendah hati. Jika tidak dipilih, tetaplah setia. Jangan mengejar jabatan, kejarlah karakter. Jangan mengejar popularitas, kejarlah kekudusan. Jangan membandingkan panggilanmu dengan panggilan orang lain. Tuhan mempunyai rencana dan waktu bagi setiap orang. Jagalah pendidikanmu, pekerjaanmu, pergaulanmu, cita-citamu dan pelayananmu sebagai bagian dari iman kepada Kristus. Ingatlah: manusia melihat penampilan, tetapi Tuhan melihat hati; manusia melihat jabatan, tetapi Tuhan melihat motivasi; manusia melihat keberhasilan, tetapi Tuhan melihat kesetiaan. Karena itu, biarlah kehidupan kita menjadi kesaksian bahwa kita bukan hanya pemuda yang aktif dalam gereja, tetapi pemuda yang hatinya terus dibentuk oleh Kristus. Amin (KK)