Sobat Obor, TImotius merupakan seorang yang percaya kepada Allah. Ia bukan hanya sekedar percaya, tapi mau mempercayakan dirinya kepada Allah. Mempercayakan diri kepada Allah berarti melibatkan seluruh kehidupan kita dituntun dalam kuasa Allah. Bukan hanya sekedar ucapan saja, tapi bagaimana hidup kita secara total berserah kepada kehendak Allah. Dengan kata lain, yang kita pikirkan bukanlah kehedak kita, tapi kehendak Kristus.
Prinsip kehendak Kristus diutamakan dalam hidup Timotius. Seorang muda yang gagah berani dalam mengobarkan injil. Tomotius harus menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku kesetiaan dan kesucian. Timotius harus mempunyai standard kehormatan dan ketulusan hati, pengendalian diri dan kesucian, disiplin dan tanggung jawab yang lebih tinggi dari standar dunia. Dalam diri Timotius terdapat karunia Allah, yaitu roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (ay 7). Paulus menyebut Timotius sebagai anak yang sah di dalam Tuhan. Oleh karena itu berkali-kali suara Paulus bergetar penuh kasih bila berbicara mengenai Timotius. Paulus menyadari bahwa Timotius adalah orang yang dapat dipercaya dan dapat diutus kemanapun oleh Paulus.
Sobat obor, Timotius sadar bahwa ia menjawab panggilan Tuhan dengan tidak muda. Tidak asal-asalan. Asal berkata ya semua menjadi beres. Tapi dengan penuh pertimbangan besar, ia harus memulai pelayanannya dengan berkata ‘Aku Bisa’. Ia begitu takut jika ditengah jalan, dirinya mundur dari penugasan dan mengingkari janjinya kepada Tuhan. Sehingga ia selalu membutuhkan penguatan Paulus dalam membentuk karakternya. Ia belajar dari teladan yang Paulus nampakan. Nilai terbesar Timotius adalah ia siap untuk pergi ke mana saja. Disaat banyak orang melayani dengan ambisi pribadi, Timotius menunjukan sejatinya menjadi pelayan Kristus dan melayani untuk kepentingan Kristus. Baginya, hidup bagi Kristus dan melayani bersama Paulus merupakan hal terpenting. Timotius memiliki integritas luar biasa sebagai orang muda. Dia adalah teladan bagi orang yang merasa cukup dengan tempat kedua, selama mereka dapat terus melayani. Amin (MT)