Seri renungan pekan ini: Mazmur 139:1-24
Sobat Obor, ada sisi kehidupan yang mungkin tidak pernah kita tunjukkan kepada siapa pun. Kita bisa tersenyum di gereja, aktif dalam pelayanan, mengunggah ayat Alkitab, tetapi di dalam hati menyimpan iri hati, kepahitan, dosa, kemarahan atau ambisi. Kita mungkin berkata, “Saya baik-baik saja,” padahal sebenarnya hati sedang berantakan. Yang lebih berbahaya adalah ketika kita mulai percaya pada citra yang kita bangun sendiri. Kita merasa sudah baik hanya karena orang lain melihat kita baik. Daud justru mengambil sikap yang berbeda. Pada akhir Mazmur 139 ia berkata, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.” Daud tidak meminta Tuhan memeriksa orang lain terlebih dahulu. Ia meminta Tuhan memeriksa dirinya.
Sobat obor, ayat ini berhubungan dengan doktrin dosa, pertobatan dan pengudusan. Manusia berdosa memiliki kecenderungan membenarkan diri. Karena itu kita membutuhkan Firman dan karya Roh Kudus untuk menyatakan apa yang salah dalam hidup kita. Pengudusan berarti proses terus-menerus ketika orang percaya dibentuk semakin serupa Kristus. Tuhan tidak hanya ingin memperbaiki perilaku yang terlihat, tetapi mengubah hati yang menjadi sumber perilaku. Doa “selidikilah aku” adalah doa seseorang yang bersedia dikoreksi. Ini bukan doa orang yang merasa dirinya sempurna, melainkan doa orang yang sadar bahwa dirinya masih membutuhkan anugerah.
Sobat obor, beranilah melakukan pemeriksaan rohani terhadap diri sendiri. Tanyakan: “Apakah saya sungguh melayani Tuhan atau mencari pujian? Apakah saya mengasihi teman atau hanya mengasihi orang yang menguntungkan saya? Apakah saya jujur dalam pendidikan dan pekerjaan? Apakah hubungan saya menjaga kekudusan? Apakah media sosial saya mencerminkan karakter Kristus? Apakah saya menyimpan dendam kepada seseorang?” Jangan takut menemukan kelemahan. Yang berbahaya bukan mengetahui bahwa kita berdosa, tetapi mengetahui dosa dan memilih mempertahankannya. Bawalah semuanya kepada Kristus dalam pertobatan. Amin (KK)