Sobat Obor, pernahkah kita mengalami suatu keadaan dimana kita tidak dipilih oleh orang lain dalam suatu konstelasi pemilihan? Jika kita pernah mengalaminya bagaimanakah reaksi kita? Marah, merajuk, benci atau sebaliknya tetap bersyukur dan memotivasi diri agar lebih baik kedepannya? Dalam setiap ajang pemilihan baik ketua kelas, ketua lingkungan, kepala desa, anggota legislatif bahkan pelayan khusus pasti kita melihat ada yang terpilih dan tidak dipilih. Saat dipilih pasti perasaan gembira dan sukacita akan teralami. Sebaliknya saat tidak terpilih ada banyak orang yang kemudian kecewa bahkan meminta kembali apa yang pernah dia berikan bagi orang lain. Dengan kata lain banyak orang siap untuk dipilih tetapi tidak semua orang siap saat tidak terpilih.
Sobat obor, hal ini juga terlihat dalam bacaan kita di hari ini, bahwa dalam pemilihan raja Israel oleh Tuhan melalui Samuel, tidak ada seorangpun yang dipilih oleh Tuhan. Dikatakan baik Eliab dalam bacaan kita hari kemarin maupun Aminadab, Syama serta 5 saudara Daud yang lain semuanya tidak dipilih oleh Tuhan. Penilaian Tuhan atas kriteria seorang raja yang akan menggantikan Saul tidak hanya ditentukan oleh rupa dan perawakan fisik anak-anak Isai. Kriteria Tuhan yang membuat-Nya memilih salah seorang anak dari Isai adalah hatinya. Dengan demikian kita memahami bahwa penilaian manusia berbeda dengan penilaian Tuhan. Dari kisah ini kita juga melihat bahwa sekalipun Tuhan tidak memilih 7 saudara yang lain dari Daud tetapi Alkitab tidak mencatat bahwa mereka kemudian marah atau membenci bahkan merajuk kepada Tuhan. Alkitab mencatat sekalipun mereka tidak terpilih, saudara-saudara Daud tetap ada dalam pelaksanaan pengurapan adiknya menjadi raja Israel oleh Samuel.
Sobat obor, sebagai orang muda Kristen kita diingatkan oleh firman Tuhan agar jangan pernah marah, membenci ataupun meninggalkan tanggungjawab yang Tuhan anugerahkan bagi kita saat setiap harapan belum dijawab oleh Tuhan. Sekalipun kita belum dipilih di sekolah, di tempat kerja bahkan dalam kerja pelayanan di lingkup gereja ini, kita akan tetap setia kepada Tuhan. Amin (ARMI)