Kasih Dalam Wujud Solidaritas | Roma 12:15-16
Di tahun 2024, terjadi beberapa bencana alam di Sulawesi utara, antara lain : banjir bandang di Pulau Lembe, Likupang dan sekitarnya dan ada juga erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro. Bencana-bencana ini membuat banyak penduduk di lokasi setempat harus mengalami kerugian, seperti rumah yang rusak dan kebun yang rusak. Korban erupsi Gunung Ruang, harus meninggalkan kampung halaman, mengungsisampai di Kota Manado. Situasi yang dialami oleh mereka yang tertimpa bencana ini mendapat respon dari berbagai kalangan, termasuk organisasi gereja. Banyak gereja yang menjadi perpanjangan tangan dalam memberi bantuan dan saling mendoakan.
Memang, sepantasnya gereja menunjukan rasa solidaritas yang dalam. Dan dasar dari semua itu adalah Kasih Kristus. Ajaran kasih yang Yesus sampaikan, telah berakar di dalam gereja. Setiap orang yang terhimpun didalamnya, mampu mengimplementasikan dengan nyata, kehidupan yang tanpa dibatas oleh sekat-sekat organisasi gereja. Rasasolidaritas ini sesungguhnya dilakukan oleh Allah sendiri dengan hadirnya Yesus Kristus di dunia, yang dalam karya-Nya,Yesus selalu bersolider dengan manusia yang sakit, dianggap kotor, berdosa, dan yang mengalami ketidakadilan.
Sobat obor, memilik rasa solidaritas akan membuat kita mengasihi sesama dalam keadaan apapun. Kita bersukacita ketika mereka bersukacita dan kita turut bersedih ketika mereka bersedi. Kita turut merasakan pederitaan mereka dan memberikan pertolongan kepada mereka. Rasa solidaritas akan membuat kita peka terhadap sekitar kita dan tidak hanya sekedar tahu tetapi mau mengambil bagian di dalamnya. Solidaritas membuat kita hidup dalam kebersamaan penuh kasih. Solidaritas dari kasih Kristus membuat kita tidak menganggap diri sendiri hebat, membuat kita menjadi pribadi yang tidak egois. Karena itu, rasa solidaritas kepada sesama manusia baiknya sudah dipupuk sejak dini, termasuk di masa muda ini. Sehingga ia akan terus bertumbuh dan menjadi bagian hidup kita sampai kapanpun. Amin (KK)

