Renungan Obor
Pemuda GMIM
COVENANT OF PRESERVATION (PERJANJIAN ALLAH DENGAN NUH DAN SELURUH CIPTAAN) | KEJADIAN 9:8-11
Sobat Obor, di era perkembangan Iptek yang semakin luar biasa, sebagian manusia percaya bahwa teknologi dapat mengendalikan masa depan memprediksi
MANDAT UNTUK BERANAK CUCU DAN MEMENUHI BUMI | KEJADIAN 9:7
Sobat Obor, banyak pemuda hari ini hidup dengan pertanyaan yang sama: “Apa tujuan hidupku sebenarnya?” Di tengah tekanan untuk sukses,
IMAGO DEI | KEJADIAN 9:5-6
Sobat Obor, di tengah dunia yang semakin mudah merendahkan hidup baik lewat kekerasan nyata seperti pembunuhan, maupun kata-kata yang melukai
GOD’S SOVEREIGNTY OVER LIFE AND BLOOD | KEJADIAN 9:3-4
Sobat Obor, Kejadian 9:3–4 berada dalam konteks pasca-air bah, ketika Allah memulai kembali tatanan kehidupan bersama Nuh sebagai kepala umat
GOD BLESS NOAH AND HIS SONS | KEJADIAN 9:1-2
Sobat Obor, di awal perikop terdapat frasa yang penting yaitu “God Bless Noah and His Sons” (Alkitab King James Version),
INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI | KEJADIAN 9:1-17 | Pdt. Dr. Stefanus F. Mawitjere, M. Th
Sobat Obor, dalam catatan Alkitab ada tiga peristiwa paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah manusia di PL yaitu peristiwa
BUKAN SEKADAR IKUT-IKUTAN | YOHANES 4 : 42
Sobat Obor, kita tiba di puncak cerita perjumpaan di sumur Yakub. Setelah mendengar kesaksian perempuan itu dan mengundang Yesus tinggal
JADI JEMBATAN BAGI SESAMA | YOHANES 4 : 39-41
Sobat Obor, pernahkah kita merenungkan kekuatan dari sebuah kesaksian yang jujur? Perempuan Samaria dalam bacaan kita tidak memakai istilah teologi
TUNGGU APA LAGI? | YOHANES 4 : 35-38
Sobat Obor, sering kali kita terjebak dalam mentalitas “nanti saja”. Kita menunda pelayanan dengan seribu satu alasan. Dalam bacaan hari
PUAS KARENA TAAT | YOHANES 4 : 31-34
Sobat Obor, pernahkah kalian merasa sudah aktif melayani, ikut berbagai kepanitiaan, bahkan rajin beribadah, tapi batin rasanya tetap kosong dan
BERANI MENINGGALKAN MASA LALU | YOHANES 4 : 28-30
Sobat Obor, lihatlah bahwa perempuan Samaria itu meninggalkan tempayannya. Jika kita mau jujur, tempayan adalah alat yang sangat penting baginya,
TAK PILIH KASIH | YOHANES 4 : 27
Sobat Obor, kita sering kali merasa nyaman melayani di lingkungan yang sefrekuensi saja. Kita cenderung memilih teman yang satu latar

