PUAS KARENA TAAT | YOHANES 4 : 31-34
Sobat Obor, pernahkah kalian merasa sudah aktif melayani, ikut berbagai kepanitiaan, bahkan rajin beribadah, tapi batin rasanya tetap kosong dan lelah? Dalam istilah sekarang,banyak pemuda gereja mengalami burnout rohani. Kita merasa sudah memberi banyak, tapi rasanya tidak mendapat apa-apa. Jika ini yang kamu rasakan, mungkin selama ini makanan yang kamu konsumsi dalam pelayanan adalah asupan yang salah. Kita sering mencari kepuasan dari pujian teman, jumlah likes di media sosial, atau sekadar pengakuan jabatan dalam organisasi gereja. Dalam teks hari ini, Yesus memberikan sebuah pernyataan dogmatik yang sangat mendalam: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Yesus sedang mendefinisikan ulang apa itu sumber energi sejati bagi seorang hamba. Kata “Makanan” di sini bukan sekadar soal mengisi perut, melainkan soal eksistensi dan kepuasan batin. Yesus mengajarkan bahwa ketaatan bukanlah beban yang menghabiskan tenaga, melainkan “nutrisi” yang justru memberi kekuatan.
Kita harus memahami bahwa Yesus adalah Sang Utusan (Apostolos) sejati. Kehadiran-Nya di dunia sepenuhnya untuk menjalankan kehendak Bapa. Bagi seorang hamba yang mengucap syukur, kepuasan tertinggi tidak ditemukan saat ia “menerima” sesuatu, tetapi saat ia “menyelesaikan” tugas yang diberikan tuannya. Inilah yang membuat pelayanan tidak akan pernah terasa kering. Kita menjadi kuat bukan karena kita hebat, tapi karena kita sedang mengerjakan proyek Allah yang besar. Apa yang membuatmu merasa puas dalam pelayanan? Jika motivasimu adalah pengakuan manusia, kamu akan selalu merasa lapar dan haus akan pengakuan diri. Namun, jika “makananmu” adalah melakukan kehendak Tuhan melalui penginjilan dan pendidikan, maka kamu akan menemukan kekuatan yang melampaui logika. Belajarlah untuk merasa cukup dan puas hanya karena kita dipercaya menjadi hamba-Nya. Ketika ketaatan menjadi asupan harian kita, maka kelelahan fisik akan berganti dengan sukacita rohani yang tak terlukiskan. Amin (DLW)

