Berani Seperti Daniel | Daniel 6:1-29 | Pdt. Stefanus F. Mawitjere, M. Th
Salah satu tokoh Alkitab yang memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang Allah adalah Daniel.Mengapa? Karena ada banyak ayat yang menjelaskan bahwa Daniel memahami dan meyakini Allah itu sebagai : Mahatinggi (4:24), Maha kuasa (4:26, 5:23), Maha besar/dahsyat (9:4), Kekal (2:20), Maha kasih (2:18), Maha bijaksana (2:21). Daniel juga adalah pribadi yang hidup dekat dengan Tuhan lewat doa (6:11). Tak heran, Daniel menjadi pribadi yang dipercaya dan diandalkan walaupun ada di negeri asing, termasuk dipercayakan menjadi salah satu dari 3 pejabat tinggi (6:3). Tapi ternyata, berbagai kehebatan yang dimiliki oleh Daniel membuat orang-orang yang ada di sekitarnya menjadi iri, & ingin membunuhnya. Tapi ketika mereka ingin mencari alasan untuk menjatuhkan Daniel ternyata mereka tidak mendapatkan satu kesalahanpun. Para pejabat tinggi, semua penguasa, wakil raja, para menteri, bupati melakukankonspirasi supaya raja membuat suatu undang- undang bahwa semua orang harus menyembah raja. Hukumannya sangat mengerikan yaitu dilemparkan ke dalam gua singa.
Ketika ada laporan bahwa Daniel adalah orang yang melanggar undang-undang itu, maka sedihlah hati raja Darius.Mengapa ? Karena raja Darius sangat menyukai Daniel, bahkan berencana memberikan jabatan yang lebih tinggi (6:4b). Darius tahu bahwa Daniel adalah orang yang sangat berkualitas. Ini dibuktikan juga dengan penjelasan ayat 4 Daniel memiliki roh yang luar biasa Istilah “roh yang luar biasa” (bhs Ibr : ruakh yattira) berarti mencakup kemampuan, hikmat dan sifat yang dihasilkan dari kehidupan rohani yang sangat baik.
Dengan adanya aturan bahwa semua orang hanya diperbolehkan menyembah raja, Daniel menunjukkan teladan yang sangat luar biasa yaitu berdoa. Berdoa menghadap ke arah Yerusalem adalah suatu budaya di zaman itu (Mzm 84:8, Mzm 138:2, 1 Raj 8:44-48). Berdoa tiga kali sehari biasanya dilakukan petang, pagi, dan siang hari (band. Mazmur 55:18). Daniel lebih memilih tetap menyembah Tuhan Allah walaupun resikonya dihukum. Imannya kepada Tuhan membuat dia yakin bahwa Tuhan akan selalu menjaga dan melindunginya. Tuhan Allah menunjukkan bahwa Dia Allah yang Maha kuasa, mampu melakukan hal-hal yang di luar logika manusia. Secara logika, Daniel seharusnya mati dicabik-cabik singa tapi Tuhan memerintahkan malaikat untuk mengatupkan mulut singa sehingga Daniel selamat (band. Mzm 34:8)
Sobat obor, firman ini hendak memberi motivasi dan pesan yang
sangat penting bagi kita sebagai generasi muda:
- Kisah Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari situasi raja Darius. Pertama: sebelum dia memilikipengakuan iman kepada Tuhan Allah, dia hanyalah raja yang tidak mampu membuat keputusan bijak. Kedua : sesudah dia membuat pengakuan kepada iman kepada Tuhan Allah, dia menjadi raja yang bijaksana bahkan membuat keputusan luar biasa yang berdampak pada pengakuan iman seluruh orang di kerajaannya. Jadilah generasi muda yang selalumelibatkan Tuhan dalam setiap harapan dan cita-cita kita, dan selalu meminta hikmat Tuhan dalam mengambil keputusan.
- Kisah Pejabat Tinggi, Gambaran orang yang hatinya dikuasai oleh Iblis yaitu hati yang dipenuhi iri. Dari kisah firman ini kita dapat melihat denganjelas bahwa setiap orang yang hidup suka merancang kejahatan, maka ada hukuman yang akan dia terima. Istilah populer “Jangan torang jadi orang yang susah lia orang senang, senang lia orang susah”.
- Kisah Daniel menjadi contoh pribadi yang punya SQ dan IQ yang luar biasa. SQ (Spiritual Quotient) berkaitan dengan kecerdasanspiritual (1:4, 1:8, 6:4b, 6:11- 12, 9:1-19). IQ (Intelligence Quotient) berkaitan dengan kemampuan kognitif (1:4, 1:17, 1:20). Salah satu teladan penting dari Daniel yaitu selalu meluangkan waktu berlutut berdoa setiap hari. Bagaimana dengan kita generasi muda? Satu hari Tuhan anugerahkan waktu 24 jam /1440 menit. Marilah kita menjadi generasi muda yang selalu meluangkan waktu berdoa kepada Tuhan. Amin (SFM)

