SEBUAH PILIHAN MENENTUKAN KEHIDUPAN ATAU KEMATIAN | Ulangan 30:19-20
Sobat Obor, sesuai dengan Firman Tuhan yang kita baca tadi dimana hidup kita dipenuhi dengan pilihan dan kepada kita diberikan kuasa dan kebebasan untuk menjatuhkan pilihan kitapun dijamin. Namun demikian Firman Tuhan memberikan sebuah dorongan yang sangat baik, yaitu untuk memilih “kehidupan” dan bukan “kematian”; “berkat” dan bukan “kutuk” dan alasan kenapa menjatuhkan pilihan tersebutpun diberikan yaitu, “supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”. Firman Tuhan bukan hanya berhenti pada “kita” si pemilih untuk “hidup”, tapi juga pada “generasi yang akan datang” yang akan kita hasilkan nanti. Jelas sudah keputusan kita hari ini pasti akan merefleksikan kehidupan kita dan keturunan kita dimasa yang akan datang.
Mazmur 37:25 mengatakan, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti”. Bukankah menjadi orang benar itu sebuah pilihan? Bukankah Alkitab mengajarkan bahwa kita yang percaya kepada Yesus Kristus adalah orang-orang yang dibenarkan didalam Dia? Bukankah ini juga sebuah pilihan yang Anda ambil? Apakah selaku orang “benar” perilaku kita merefleksikan kebenaranNya? Apakah pilihan-pilihan yang kita ambil merefleksikan kebenaran Firman Tuhan? Apakah pilihan-pilihan yang kita ambil mencerminkan kehidupan? Setiap kehidupan pasti menghasilkan buah. Apakah pilihan kita menghasilkan buah bukan hanya bagi kita pribadi tapi juga bagi keluarga, lingkungan dan negara kita? Ataukah pilihan kita mendatangkan “kutuk”, “kemalangan”, “kematian”, “kesengsaraan” bukan hanya bagi diri kita sendiri, tapi juga bagi keluarga, lingkungan dan negara kita? Apakah kita bersabar dalam penantian saat berdoa untuk menunggu sebuah jawaban dengan siapa kita ingin menikah? Apakah kita telah mempelajari keberadaan dia yang ingin kita nikahi? Apakah kita tahu keputusan-keputusan yang diambilnya? Dan apakah keputusan-keputusan tersebut menghasilkan buah seperti yang tertera diatas? Ataukah keputusan-keputusan yang diambil lebih bersifat ego-sentris? Berapa pentingnyakah bersekutu dengan Tuhan dalam pribadi orang yang akan kita nikahi? Apakah calon pasangan hidup kita memandang saat teduh bersama dengan Tuhan sesuatu yang sangat penting dan merupakan bagian dari kehidupannya? Apakah ia seorang yang memegang prinsip “Family Oriented”? Ataukah ia seorang yang bersifat “Over-Controlling” dan “ego-sentris”?
Sobat Obor, pilihan yang kita ambil dalam memilih calon pasangan hidup kita, akan sangat menentukan perjalanan kehidupan kita berkeluarga dimasa yang akan datang. Firman Tuhan mendorong kita untuk memilih kehidupan. Apakah kita mempunyai gambaran apa yang termasuk dalam daftar kehidupan? Mungkinkah yang termasuk dalam daftar kehidupan itu adalah, saling menghormati satu dengan lainnya, kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, jaminan untuk bebas bertumbuh dengan pengertian kesalahan-kesalahan dapat terjadi dalam peroses bertumbuh? Daftar kehidupan ini bukan berhenti sampai disini, kita masing- masing dapat melanjutkan daftar kehidupan ini sesuai dengan pengertian kita dalam membangun rumah tangga nantinya Bersama dengan pasangan kita. Sekali lagi Firman Tuhan mengingatkan untuk memilih kehidupan dan bukan kematian. Amin (SIS)

