IBU, INILAH ANAKMU | YOHANES 19: 27

Sobat Obor, Ketika Yesus tergantung di kayu salib, Ia melihat ibu-Nya berdiri di dekatnya bersama murid yang dikasihi-Nya. Dalam kesakitan yang luar biasa, di tengah penderitaan yang begitu dalam, Yesus tetap memikirkan orang-orang yang Ia kasihi. Ia berkata kepada Maria, “Ibu, inilah anakmu!” dan kepada Yohanes, “Inilah ibumu!” Sejak saat itu, Yohanes membawa Maria ke rumahnya. Peristiwa ini bukan sekadar momen emosional antara ibu dan anak yang berpisah karena kematian. Ini adalah tindakan kasih yang begitu dalam. Dalam tradisi Yahudi, seorang anak laki-laki bertanggung jawab atas kesejahteraan ibunya setelah ayahnya tiada. Yesus, sebagai anak sulung Maria, seharusnya menjalankan tanggung jawab itu. Namun, karena Ia akan mati, Ia menyerahkan tanggung jawab itu kepada Yohanes, bukan kepada saudara-saudara-Nya yang lain. Ada makna spiritual di balik pilihan ini.

Yohanes dikenal sebagai murid yang dikasihi Yesus, seseorang yang memiliki hubungan begitu dekat dengan-Nya. Yesus memilih Yohanes bukan hanya karena kasih, tetapi juga karena kesamaan iman. Mungkin saudara-saudara Yesus saat itu belum sepenuhnya percaya kepada- Nya. Dengan mempercayakan Maria kepada Yohanes, Yesus sedang membangun sebuah keluarga baru, bukan berdasarkan darah, tetapi berdasarkan iman dan kasih di dalam-Nya. Di tengah penderitaan-Nya, Yesus tidak terfokus pada diri sendiri. Ia tetap peduli pada orang lain. Ini adalah panggilan bagi kita untuk hidup dalam kasih yang sama. Di dunia yang semakin individualistis, di mana orang sibuk dengan urusan sendiri, Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati adalah peduli, bahkan ketika diri sendiri sedang dalam kesulitan.

Sobat obor, renungan ini mengingatkan kita bahwa gereja bukan sekadar komunitas, tetapi keluarga. Di dalam Kristus, kita dipersatukan bukan oleh darah, tetapi oleh iman dan kasih. Seperti Yohanes yang menerima Maria sebagai ibunya, kita juga dipanggil untuk merangkul satu sama lain, berbagi kasih, dan saling menopang. Sebab, di dalam kasih Kristus, tidak ada yang dibiarkan sendirian. Amin (MT)