TUHAN ALLAH PAHLAWAN YANG MEMBERI KEMENANGAN | ZEFANYA 3 : 9 – 20 | Pdt. Andre R.M Izaak, M.Th
Sobat Obor, dalam mencapai kemerdekaan, bangsa Indonesia telah berjuang dengan sekuat tenaga melalui darah dan air mata. Perjuangan yang telah membawa pengorbanan yang luar biasa untuk mencapainya. Ada begitu banyak tokoh-tokoh perjuangan yang terkenal selain daripada Soekarno-Hatta. Diantaranya adalah Jenderal Besar Soedirman. Tokoh yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perang gerilya yang berperang dengan taktik yang membuat lawan kewalahan dan akhirnya kalah. Hal menarik dari Jenderal Besar Soedirman adalah saat melawan penjajah ia dalam kondisi sakit. Dalam memimpin pasukannya malahan ia harus ditandu karena penyakit TBC yang diidapnya. Selama melawan pasukan Belanda ia hanya bernapas dengan satu paru-paru. Perjuangan yang luar biasa untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ada juga Laksmana Madya Yos Sudarso yang memimpin pertempuran melawan Belanda untuk membebaskan Papua Barat. Kapal perang yang dipimpinya yakni KRI Macan Tutul dengan sengaja menjadi umpan untuk menyelamatkan dua kapal perang lainnya agar selamat. Sekalipun kapal yang dipimpinnya itu harus rela dihancurkan oleh kapal miliki Belanda yang lebih canggih peralatannya. Baik Jenderal Besar Soedirman dan Laksamana Madya Yos Sudarso adalah pribadi-pribadi yang mengorbankan kehidupan mereka bagi banyak orang dalam kehidupannya sekalipun bahkan harus kehilangan nyawa mereka. Perjuangan kedua tokoh ini membuat mereka dianuegrahi Pahlawan bagi bangsa dan negara ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pahlawan juga dapat diartikan sebagai pejuang yang gagah berani. Pahlawan memiliki nilai-nilai seperti: rela berkorban, mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi, pantang mundur, cinta tanah air, ikhlas dan tanpa pamrih. Pahlawan tidak berjuang untuk kepentingannya sendiri, melainkan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Sobat obor, dalam bacaan kita di sepanjang minggu berjalan ini, kita melihat dan membaca bahwa Tuhan Allah adalah seorang Pahlawan. Di ayat 17 dikatakan, Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Tuhan Allah sebagai pahlawan dalam kitab Zefanya ini adalah untuk berperang (menghukum) bangsa Yehuda (Israel Selatan) yang telah jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Untuk itu Dia memberikan kesempatan kepada umatnya untuk bertobat. Jika mereka tidak mengambil kesempatan itu maka Tuhan Allah akan mengancurkan bangsa mereka. Akan tetapi dalam penghukuman itu Tuhan Allah berjanji untuk membawa pulang umatnya (sisa bangsa) yang taat kepada-Nya. Meskipun Tuhan Allah marah atas penyembahan berhala mereka akan tetapi Dia akan melindungi sisa bangsa yang setia kepada-Nya. Akan tetapi, Tuhan Allah menghendaki umat-Nya memiliki bibir yang bersih (Ibr. sapah barar, Bahasa/tutur kata yang muri/suci) untuk memanggil nama Tuhan dan beribadah kepadanya dalam satu kesatuan (Ibr. syekem ‘ekhad) dengan bahu membahu (ay. 9). Tuhan Allah juga menyatukan umat-Nya yang terserak-serak untuk membawa persembahan (ay. 10) serta menyingkirkan orang-orang yang congkak (Ibr. `aliz ga’avah, bergembira karena kesombongan) dan yang tidak memuliakan namaNya (ay. 11). Tuhan Allah juga menghendaki umat-Nya rendah hati dan lemah yang mencari perlindungan (Ibr. khasah, menaruh percaya) kepada-Nya, sehingga mereka tidak melakukan kelaliman dan berbicara bohong (ay. 12- 13). Serta yang terakhir melalui ayat 14-20 Tuhan Allah menghendaki umat- Nya bersorak sorai, bertempik sorak, bersukacita dan beria-ria kepada-Nya yang telah menyelamatkan mereka.
Sobat obor, sebagai orang muda yang beriman dan percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus maka kita diinggatkan bahwa Yesus Kristus adalah adalah pahlawan yang ada diantara kita. Ia telah menyelamatkan saya dan saudar-saudara dari dosa dan penghukuman. Oleh karenanya maka kehidupan sebagai orang beriman akan terus menerus kita nyatakan dalam kehidupan yang dijalani. Yesus Kristus menghendaki kita untuk hidup jujur jauh dari ucapan bibir yang menipu sekalipun di dunia ini kebohongan menjadi suatu kebiasaan bagi banyak orang. Kita juga diingatkan untuk tetap rendah hati dan tidak sombong. Ingatlah setiap capaian dalam hidup ini adalah karena Tuhan tanpa-Nya kita tidak dapat meraih/mencapai semua yang kita inginkan dan perjuangkan. Serta jangan pernah lupa untuk mengucap syukur dalam setiap kehidupan yang dianugerahkan-Nya kepadamu. Amin (ARMI)

