TUHAN SATU-SATUNYA ALLAH | YESAYA 44 : 1 – 8 | Pdt Belly F. Pangemanan, M.Th
Sobat Obor, Tuhan adalah “kata” yang selalu disebut-sebut dalam keseharian kita, apalagi umat beragama yang memang dalam kehidupan diwajibkan untuk mengingat Tuhan. Meskipun sulit untuk dijangkau, tetapi Tuhan selalu menarik untuk diperbincangkan dan obrolkan. Dan tak ada wacana dari berbagai diskursus dari masa ke masa yang lebih sering diobrolkan selain kata Tuhan. Eksistensi Tuhan dan agama selalu menjadi perbincangan bahkan menjadi perdebatan sepanjang sejarah umat manusia. Perdebatan yang tak kunjung selesai itu telah melahirkan berbagai pandangan yang satu dengan lainnya sangat berbeda bahkan bertentangan. Secara teologis ada yang bertuhan dan beragama, ada yang berlindung di balik ketidakmampuan manusia mengetahui Tuhan (agnotisisme), bahkan ada yang sama sekali mengingkari Tuhan dan agama (atheisme).
Paradoks kehidupan modern seringkali menunjukkan peningkatan krisis spiritual dan hilangnya makna hidup, sehingga sering kali muncul pertanyaan, “Apakah manusia benar-benar dapat hidup tanpa Tuhan?” Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan adalah salah satu wujud perubahan di dunia modern yang seringkali membawa pada ilusi bahwa manusia dapat mencapai segala sesuatu tanpa keterlibatan Tuhan. Manusia cenderung bersandar kepada kekuatan, pengertian sendiri daripada mementingkan penyertaan Allah, dan mereka menggunakan kekuatan, pengertian sendiri untuk mengagungkan diri, mendapat untung, dan melawan Tuhan. Itu sebabnya manusia pertama memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat karena ingin menjadi seperti Allah, menggunakan cara sendiri dan mengabaikan perintah Allah. Itu pula sebabnya manusia berupaya mendirikan menara Babel yang mencapai langit untuk mengagungkan diri, mengandalkan kekuatan sendiri daripada Allah.
Manusia modern tidak mau dibatasi hidupnya dengan aturan-aturan agama. Bagi mereka, Tuhan bisa digantikan dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Meski pada akhirnya, keyakinan akan ketiaadan Tuhan membuat manusia menjadi bebas dan bisa menentukan nilainya sendiri, manusia pada akhirnya kehilangan arah, sendirian, dan kesepian. Manusia kehilangan tempat untuk bergantung atau bersandar, dan hanya dapat mengandalkan dirinya sendiri.
Sobat obor, Bacaan Yesaya 44 merupakan satu bagian yang di dalamnya Allah mengingatkan kembali status bangsa Israel dan janji pemulihanNya. Yang walaupun sebelumnya, dijelaskan bagaimana dosa dari umat Allah yang telah begitu memberatkan dan menyusahkan hati Allah, namun Allah tetap menyertai dan menghibur umat-Nya. Karena itu Tuhan Allah ingin mengingatkan kembali bangsa Israel, dengan satu perkataan yang tidak boleh diabaikan. Ia berkata: “Tetapi sekarang dengarlah, hai Yakub, hambaKu, dan hai Israel, yang telah Kupilih!” (Ayat 1). Pernyataan ini menegaskan bahwa status Israel dimata Tuhan tidak berubah. Di hadapan Tuhan mereka tetap adalah hambaNya. Penyertaan Tuhan ini mengajarkan kepada kita: ‘Siapa yang harus disembah’. Ini adalah dasar dari seluruh hukum Allah yang ada, dimana kita harus mengasihi Tuhan Allah yang sejati. Sekaligus juga memberikan penegasan bahwa tidak ada peluang bagi kita untuk diperbolehkan menyembah allah lain seperti kita menyembah kepada Allah sejati. Ataupun mengakui adanya allah lain yang secara sah menjadi obyek penyembahan kita.
Sobat obor, Tuhan adalah satu-satunya Allah! Ini merupakan sebuah doktrin yang sangat penting untuk kita pahami. Dia adalah Tuhan satu- satunya, yang hanya kepada-Nya kita menyembah dan mengabdikan diri. Kita sering dihadapkan pada pilihan antara Tuhan, keluarga, pelayanan, sekolah dan pekerjaan. Ditambah lagi dengan tawaran-tawaran dari dunia ini yang sangat menggoda dan berpotensi membuat kita bisa kehilangan fokus kehidupan. Kita dihadapkan kepada sebuah pilihan kehidupan, mana yang harus diprioritaskan. Ada yang memilih lebih mengutamakan keluarga, hobi, karir atau Tuhan. Apapun pilihan kita dalam menjalani hidup, pastilah kita berupaya sebaik mungkin serta sungguh-sungguh mencurahkan hati, waktu, pikiran dan tenaga untuk apa yang kita sukai. Bisa saja kita menghabiskan berjam-jam hanya untuk pacar, atau bisa lupa waktu jika sudah berada di tempat kerja. Sehingga kesibukan membuat kita mengabaikan hal-hal lain yang sebenarnya lebih penting. Pengorbanan yang telah kita lakukan demi apa yang kita sukai tidaklah salah, namun menjadi salah ketika kita keliru membuat prioritas dalam hidup ini. Intinya, Tuhan tidak boleh digantikan oleh apapun. Amin (BFP)

