PROFIL SOBAT OBOR
PNT. JIMMY J. LEMPOY, SKM | OBOR PEMBANGUNAN, KUATKAN RASA DAN JADI PELITA DI DUNIA
Pemuda GMIM haruslah menjadi garam dunia dan terang dunia. Hal ini dengan tegas disampaikan dalam Matius 5 ayat 13 sampai 16. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Ini pula yang turut menjadi pegangan pelayanan Pnt Jimmy J Lempoy SKM. Ketua Pemuda dua periode ini menegaskan bahwa sebagai Obor Pembangunan GMIM, generasi penerus masa depan bangsa dan gereja, harus mampu menjabarkan hal ini ditengah kehidupan. Baik dalam pergaulan di masyarakat, terlebih di tengah pelayanan. “Saya berpesan untuk seluruh Pemuda GMIM, untuk selalu semangat dalam menjalani masa muda. Mampu menebarkan firman Tuhan dalam kehidupan, para obor pembangunan dapat dengan memancarkan semangat, dalam menjadi garam dan terang dunia dimanapun kita pergi dan berada,” kata Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Jemaat Gmim Karmel Paslaten periode 2018 2021 dan periode 2022-2026 ini.
Maka penatua kelahiran, Likupang 27 Januari 1995 ini mengajak, agar tetap optimis menjalani kehidupan di masa muda. Sebab menurutnya yang juga Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Wilayah Likupang 3 dan Ketua Rayon 2 Minahasa Utara ini, masa depan cerah akan menanti, ketika selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. “Semangat. Jangan mudah menyerah, tetap optimis untuk masa depan yang luar biasa baik,” seru pemuda yang hobi sepakbola serta lulusan Strata 1 ini.
Sebab diketahui, pemilik akun FB : jimmy dan IG : jimmylempoy ini, juga terus berpegang teguh dalam firman Tuhan. Ya, layaknya garam yang akan memberikan dampak signifikan dalam kehidupan bergereja bahkan berjemaat. Kehadiran kita dimana pun pergi dan melangkah, akan memberikan rasa, yang tentunya mengubah suasana menjadi positif didalam Tuhan. Menjadi garam yang tetap kokoh dengan rasa asinnya, yang terus mengumandangkan kasih Tuhan dalam kehidupan.
Pun seperti terang. Menjadi pelita bagi kita dan orang disekitar. Mampu menerangi kehidupan. Terus hidup dan bertumbuh, membawa cahaya Tuhan dalam kegelapan dunia yang sering kali menghantui, lebih para pemuda GMIM saat ini. Ditengah kemajuan zaman, pun kecanggihan yang disodorkan dunia, agar tetap dapat berpegang teguh pada cinta Tuhan. Terlebih jadi duta injil di tengah masyarakat dan pelayanan GMIM di tanah Minahasa bahkan di seantero jauh langkah kaki. (*)

