SUKACITA BERSAMA TUHAN | 1 TESALONIKA 5:16

Sobat Obor, Ada banyak alasan orang merasa senang. Mendapat hadiah, kejutan, keinginan, atau karena berhasil mencapai yang dicita-citakan. Pastinya, semua berhubungan dengan perasaan puas karena mendapatkan atau mencapai sesuatu. Dalam keseharian kita, kita sering menemui ada peristiwa yang membuat kita kehilangan sukacita. Apakah anda memperhatikan betapa mudahnya untuk kehilangan sukacita karena beberapa hal yang kecil? Teman yang ingkar janji, menyebabkan anda kehilangan sukacita. Seseorang memotong jalan anda ketika anda sedang mencoba untuk berputar balik, dan anda kehilangan sukacita. Anda mengalami hari yang buruk karena telat pergi ke kantor atau ke kampus, dan anda kehilangan sukacita. Hal-hal kecil itulah yang kadangkala paling mempengaruhi kita, dan mereka tidaklah begitu berarti.

Sobat obor, mungkinkah kita bisa bersukacita di tengah masalah? Tidak ada yang terlalu sulit bagi orang beriman! Bersukacita di tengah masalah memang tidak mudah, tidak semudah mengatakannya, namun sebagai anak Tuhan kita harus memahami bahwa ini adalah hal yang sangat Tuhan inginkan dari kita. Bersukacita adalah suatu sikap dan pilihan, tidak selalu perasaan yang kita rasakan setiap saat. Tuhan mengetahui kondisi hati setiap umat-Nya. Kalau pesan-Nya dikatakan “Bersukacitalah di tengah berbagai keadaan,” maka sepertinya Tuhan mendapati adanya kondisi- kondisi hati yang belum terlalu mengalami sukacita akibat berbagai keadaan. Ada ketidaktenangan yang disadari maupun yang tidak disadari, ada kesedihan yang berlarut-larut tanpa tahu persis penyebabnya, atau mengkhawatirkan sesuatu yang sebetulnya tahu bahwa tidak perlu dikhawatirkan, namun kuatir. Akibatnya, hati menjadi susah, dan lain sebagainya.

Sobat obor, dalam hidup ini, acapkali kita mengalami peristiwa kehilangan, entah itu barang berharga, pribadi yang kita kasihi, maupun kesempatan yang baik. Namun, satu hal yang tidak boleh hilang dari hidup kita adalah sukacita. Kehilangan sukacita berarti kehilangan relasi dengan Allah, kehilangan segala-galanya. Ingatlah pada nasihat rasuli: “Bersukacitlah senantiasa”. Amin (BFP)