KEKUATAN HATI YANG SIAP | AMSAL 31:21-22
Sobat obor, Dua ayat yang kita baca hari ini, Amsal 31:21- 22, menunjukkan dua hal yang luar biasa dari perempuan yang berhikmat ini: persiapan menghadapi tantangan dan penghargaan terhadap diri sendiri.
(Ayat 21) Ayat ini menggambarkan perempuan yang berhikmat ini sebagai seseorang yang proaktif, bukan reaktif. Salju melambangkan masa sulit, tantangan, atau krisis yang tidak terhindarkan dalam hidup. Di daerah Timur Tengah kuno, salju adalah sesuatu yang langka tetapi membawa hawa dingin yang menusuk. Itu bisa menjadi metafora untuk masa-masa sulit seperti krisis ekonomi, penyakit, kehilangan pekerjaan, atau masa- masa sulit lainnya dalam kehidupan. Namun, perempuan ini tidak takut. Karena ia telah melakukan persiapan. Ia telah memastikan bahwa seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap, siap menghadapi dinginnya salju. Ini adalah gambaran dari: Antisipasi dan Perencanaan: Ia tidak menunggu masalah datang baru bertindak. Ia menenun, menjahit, atau membeli bahan yang diperlukan untuk memastikan keluarganya terlindungi. (Ayat 22) Setelah kita melihat bagaimana ia melayani keluarganya, ayat ini memberi kita gambaran yang mengejutkan. Ia juga melayani dirinya sendiri. Ia tidak mengabaikan kebutuhan dan keindahan bagi dirinya. Ia membuat permadani untuk rumahnya dan mengenakan pakaian dari lenan halus dan kain ungu. Lenan halus dan kain ungu adalah kain yang sangat mahal dan hanya dipakai oleh orang-orang kaya atau bangsawan. Ini menunjukkan bahwa perempuan ini tidak hanya pandai mengelola, tetapi juga memiliki status dan martabat. Ia tidak hanya “berfungsi” tetapi juga “berharga.
Kisah perempuan yang berhikmat ini bukan hanya tentang gender tertentu. Ini adalah panggilan untuk kita. Mari kita belajar dari dua prinsip utama yang telah kita bahas. Jangan menunggu krisis datang, tetapi siapkanlah hati, pikiran, dan sumber daya kita dengan hikmat Tuhan. Setelah melayani dengan tulus, jangan lupakan untuk merawat diri kita. Beri ruang untuk istirahat, untuk merayakan keindahan yang Tuhan berikan, dan untuk menjaga martabat kita sebagai anak-anak Allah yang berharga. Amin (SIS)

