RAHMAT TURUN- TEMURUN, SELAMAT NATAL! | LUKAS 1 : 50
Sobat Obor, Hari ini adalah puncaknya, hari di mana penantian Maria, penantian Israel, dan penantian kita semua menemukan jawaban: Natal! Di tengah semua keriuhan lagu dan lampu Natal, mari kita duduk sejenak dan merenungkan janji agung yang diucapkan Maria dalam nyanyiannya: “Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.” Ayat ini adalah teologi Natal yang paling murni. Apa yang kita rayakan hari ini, yaitu kelahiran Yesus di kandang, bukanlah sebuah ide yang tiba-tiba muncul. Itu adalah rahmat yang telah dijanjikan Allah berabad-abad lamanya, yang kini “turun-temurun” dan mengambil rupa manusia. “Turun-temurun” berarti kasih setia Allah adalah sesuatu yang konsisten, tidak pernah berubah dan terikat pada perjanjian-Nya. Sama seperti opa oma menurunkan warisan keluarga, Allah menurunkan warisan rohani-Nya yaitu Juruselamat kepada setiap generasi yang takut akan Dia. Takut akan Dia bukanlah gemetar ketakutan, melainkan penghormatan total dan ketaatan penuh. Sukacita Natal sejati tidak bisa dirasakan oleh hati yang sombong, yang merasa bisa hidup tanpa Tuhan. Sukacita Natal adalah milik mereka yang mengakui Allah sebagai Raja mereka, yang tunduk pada kehendak-Nya, dan yang hidup dalam ketaatan.
Setiap hadiah Natal yang kita terima adalah simbol dari hadiah yang terbesar: Yesus Kristus. Ia adalah Rahmat itu sendiri yang datang kepada kita. Dia datang untuk kita yang mungkin merasa gagal, tidak layak, atau tersesat.
Oleh karena itu, sukacita Natal kita haruslah lebih dari sekadar makanan enak dan liburan. Itu adalah sukacita karena melihat Rahmat Agung yang dijanjikan, kini telah digenapi. Mari kita rayakan hari ini dengan hati yang penuh ketaatan dan penghormatan. Karena kita adalah generasi yang menerima rahmat turun-temurun ini. Biarlah ketaatan kita hari ini menjadi jaminan bahwa rahmat itu akan terus mengalir melalui kita kepada generasi di masa depan. Selamat Natal! Rahmat-Nya telah turun dan menyertai kita! Amin (DLW)

