KEADILAN SEJATI | LUKAS 1 : 51-53

Sobat Obor, ini Natal hari kedua. Semangat masih sama, pohon Natal masih menyala, tapi mungkin sudah ada yang bekerja hari ini. Di beberapa negara, tanggal 26 Desember dirayakan sebagai Boxing Day, sebuah tradisi yang awalnya terkait dengan memberi hadiah kepada mereka yang kurang beruntung atau para pelayan. Entah disadari atau tidak, tradisi ini sangat berkaitan dengan nyanyian Maria hari ini. Maria bernyanyi tentang Allah yang tidak hanya pasif tetapi Allah yang aktif merombak tatanan sosial di bumi. Ini bukan hanya puisi indah; ini adalah manifestasi kehadiran Kerajaan Allah. Pernyataan Maria ini sangat keras. Tuhan bukan hanya Juruselamat jiwa, tetapi juga pemerintah agung yang membalikkan keadaan. Kekuasaan dunia cenderung meninggikan yang sombong dan mengabaikan yang lapar. Tapi Kerajaan Kristus yang baru lahir memiliki sistem nilai yang berlawanan: orang congkak diturunkan, orang rendah diangkat, kebutuhan dipenuhi.

Apa tantangan bagi kita? Setelah merasakan sukacita Natal, saatnya kita mewujudkan Boxing Day yang sejati: mengeluarkan berkat dari “kotak” kenyamanan kita dan membagikannya kepada dunia. Sebagai pemuda GMIM, kita dipanggil untuk menjadi agen keadilan ini. Merombak tatanan yang salah di lingkungan kita: menentang bullying, melawan korupsi kecil di lingkungan kampus atau kerja, dan aktif mencari tahu siapa saja yang “lapar” di sekitar kita baik lapar makanan maupun lapar perhatian. Pemuda gereja harus menjadi yang terdepan dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Kelahiran Yesus bukan hanya untuk membuat kita merasa nyaman; itu untuk mengguncang kita agar kita ikut ambil bagian dalam proyek keadilan-Nya di bumi. Mari gunakan energi setelah pesta Natal ini, Pemuda GMIM, untuk menjadi tangan Allah yang meninggikan, meratakan, dan melimpahkan kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. Amin (DLW)