MANUSIA MENGUSAHAKAN DAN MEMELIHARA TAMAN EDEN | KEJADIAN 2:8-17 | : Pdt. Belly F. Pangemanan, M.Th

Sobat Obor, manusia akan sehat bila dirinya merasa aman dan nyaman hidup pada satu daerah atau lingkungan. Secara psikologis orang yang hidup pada lingkungan yang tidak aman dan nyaman akan menimbulkan stress berat. Akibat dari stress berat itu akan memicu berbagai penyakit muncul. Manusia butuh lingkungan yang aman dan nyaman. Selalu dan selalu orang bertanya ketika ingin tinggal atau bermukim pada satu lingkungan (daerah) apakah lingkungan itu aman dan nyaman. Bila lingkungan itu tidak aman dan tidak nyaman maka orang tersebut tidak mau tinggal atau bermukim di lingkungan tersebut. Baru setelah memastikan lingkungan itu aman dan nyaman maka pertanyaan selanjutnya apakah ada berbagai fasilitas lainnya yang menyangkut infrastruktur. Imajinasi kita, pada teks alkitab yang dibaca saat ini, membawa kita pada suatu keadaan yang sangat diidamkan oleh manusia seperti yang digambarkan dalam Taman eden. Alkitab mencatat, yang membuat taman yang bagus itu adalah Tuhan Allah. Dalam Kitab Kejadian, dunia tadinya tidak teratur, dibuat menjadi teratur oleh Tuhan. Kondisi yang teratur ini merupakan bentuk kerja Allah atas ciptaan agar alam dan manusia saling memberikan manfaat. Walaupun kepada manusia diberi mandat oleh Allah untuk mengurus bumi dengan seluruh ciptaan yang lain (Kej. 1:26-28, Kej 2:15) namun hal itu harus dijalankan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdiannya kepada Allah. Apa yang diciptakan Allah di bumi ini sebagai sesuatu yang baik adanya, maka pemahaman tentang Allah sebagai Pencipta alam semesta sangat menenttikan sikap manusia terhadap lingkungan hidupnya. Manusia dan semua makhluk hidup lainnya bersumber dari Allah. Allah yang menciptakannya dan menghendaki seluruhnya berada dalam saling keterikatan, topang-menopang, dan saling membutuhkan. Olehnya harus ada kesadaran iman manusia untuk menjaga ciptaan Tuhan ini. Manusia dan alam memiliki hubungan yang saling bergantung karena manusia berada di dalam alam itu. Dalam Alkitab, dicatat bahwa manusia “berasal” dari tanah (Kej. 2:7), manusia bertahan hidup dengan berusaha mengolah tanah (Kej. 3:23), dan selanjutnya akan kembali kepada tanah (Kej. 3:19). Kata “mengusahakan” dan “memelihara” itu menunjuk kepada apa yang harus manusia lakukan untuk Allah, bukan untuk dirinya sendiri. Untuk mengusahakan dan memelihara taman itu maka dibutuhkan kerja bersama. Dalam teks ini, munculah satu kata yang dalam padangan Allah itu tidak baik, yaitu kalau manusia itu seorang diri saja (Kej. 2:18). Setelah sebelumnya Tuhan menyebut apa yang diciptakanNya “amat baik”, maka dalam kaitan pemeliharaan taman itu maka manusia “tidak baik” kalau hanya bekerja sendiri

Sobat obor, kepercayaan yang lebih besar akan diberikan bagi orang yang mempunyai rasa tanggungjawab yang besar pula. Kepada manusia diberikan kepercayaan untuk ada ditaman itu, namun kepercayaan itu juga dibarengi dengan tanggungjawab untuk menjaganya. Sebagai kaum muda gereja, menjalankan sesuatu dengan penuh tanggungjawab pada akhirnya dapat meyakinkan orang lain bahwa diri kita layak dipercayai. Jika kita mampu menjalankan kepercayaan yang diberikan kepadanya itu dengan penuh tanggungjawab, maka semakin besar pula kepercayaan yang akan diberikan kepada kita. Sebaliknya, seringkali kita kurang dipercaya karena kita kurang bertanggungjawab. Mari, kita laksanakan segala kepercayaan yang diberikan bagi kita dengan penuh tanggungjawab. Sekecil apapun kepercayaan itu, bila kita melakukannya dengan penuh tanggungjawab, akan memberikan buah yang semakin besar.

Sobat obor, bumi adalah rumah bagi berbagai spesies makhluk hidup serta kita, seluruhnya bergantung pada alam untuk makanan, udara, air, serta kebutuhan lainnya. Seperti halnya kita menjaga rumah kita sendiri agar nyaman dan tetap dalam kondisi baik untuk jangka waktu yang lama, begitu pula kita harus menjaga bumi, tempat tinggal kita bersama agar terasa nyaman dihuni hingga anak cucu kita. Amin (BFP)