SANG PENCIPTA | KEJADIAN 2:10-14
Sobat Obor, setiap manusia umumnya tak bisa menyangkal bahwa keberadaan dunia ini tak terlepas dari campur tangan Tuhan. Saat melihat bagaimana matahari bisa terbit menyinari bumi, hujan membasihi bumi. Musim-pun berganti dari panas ke dingin, kesemuanya menunjukkan bahwa ada kekuatan besar yang mengatur dan mengadakannya. Dunia ini diciptakan menjadi bukti bahwa Allah itu ada dan berkuasa. Jadi keberadaan dunia menunjukkan kemahakuasaan Allah.
Seluruh alam semesta ini dipelihara dan dijaga oleh Tuhan. Bagaimana mereka bergerak dengan harmoni sehinggga tidak saling bertumbukan satu sama yang lain, Allahlah yang mengatur. Bagaimana Bumi berputar, bulan dan matahari berputar yang kemudian menjadikan siang dan malam. Itu semua Allahlah yang mengatur. Bagaimana mencukupi kebutuhan pokok mahluknya, Allah yang mengatur. Kebutuhan oksigen, kebutuhan air dan kebutuhan mahkluknya, termasuk manusia, untuk hidup Allahlah yang mengatur. Makanan yang tersedia di dunia ini sebetulnya cukup untuk mahluk yang ada di atasnya, hanya karena ada yang rakus, yang ingin menguasai untuk dirinya sendiri maka masih ada yang kelaparan. Manusia dengan demikian bukanlah pencipta, tetapi pengguna. Manusia bukanlah pemilik, tetapi peminjam. Manusia tidak dapat menciptakan sesuatu ex nihilo. Manusia tidak juga memiliki apapun.
Dikatakan bahwa manusia dan alam adalah ciptaan, Allah, semuanya itu berada dalam suatu hubungan perjanjian dengan Allah. Barangsiapa yang merusak alam, maka ia merusak hubungan perjanjian itu. Di samping itu, segala kegiatan pengrusakan alam akan mendatangkan kerusakan pada hidup umat manusia. Alam merupakan pemberian Allah untuk manusia untuk memelihara dan dipergunakan (Kejadian 1). Jika segala sesuatu diciptakan dan dimiliki oleh Tuhan, adakah yang patut kita banggakan? Jika kita menggunakan dan meminjam apa yang dimiliki Tuhan, pantaskah kita menyia-nyiakan hidup kita? Dan jika kita sudah menerima segala berkatNya, tidakkah kita patut hidup dengan bersyukur kepadaNya? Baik hidup atau mati manusia adalah milik Tuhan. Dengan demikian, Tuhan yang menciptakan manusia adalah Tuhan yang memberi hidup yang seharusnya dipakai untuk memuliakan Tuhan. Amin (BFP)

