MEMILIH UNTUK TAAT | KEJADIAN 2:17

Sobat Obor, pernahkah berpikir mengapa dalam hidup beragama memiliki banyak larangan untuk umatnya? Tidak boleh yang seperti ini dan itu, tidak boleh durhaka pada orangtua, tidak boleh memakan harta secara tidak benar, tidak boleh berzina, tidak boleh menyimpan harta untuk diri sendiri saja, tidak boleh membunuh, dan lain sebagainya? Sebenarnya antara wajar dan lucu jika kita terpikir pertanyaan seperti itu. Wajar karena memang banyak orang yang hidupnya bebas- sebebas bebasnya namun terlihat tidak kenapa-napa, hidupnya tampak tak bermasalah apapun. Jadi seolah pertanyaan ini masuk akal dan wajar saja. Akan tetapi sebenarnya pertanyaan ini juga mengandung kelucuan, karena jangankan hidup yang banyak aturan dan larangan, kita membeli barang elektronik saja banyak aturan dan larangan juga. Misalnya ketika kita membeli handphone, pastilah kita mendapatkan buku petunjuk mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap handphone tersebut. Contoh, jangan celupkan handphone ke air panas, jangan bakar handphone di atas kompor, jangan dibanting, dan lainnya.

Lalu, apa yang membuat kita bingung ketika kitab suci melarang hal- hal buruk untuk umatnya? Bukankah ini menunjukkan kasih sayang Allah pada umatNya? Dalam bagian ini, Tuhan memberikan larangan setelah sebelumnya Ia memberikan perintah. larangan itu sifatnya lebih berat dibandingkan perintah. Sebab, tidak ada dispensasi (keringanan) sedikitpun bagi pelanggaran larangan. Mengingat eksistensi larangan itu dibangun diatas hikmat Tuhan maka pelanggaran terhadap larangan dan perbuatan dosa pasti akan menimbulkan konsekuensi. Perbuatan inilah yang telah membinasakan umat-umat terdahulu. Bukankah akibat dosa yang menyebabkan Adam dan Hawa dikeluarkan dari Eden yang penuh dengan kenikmatan menuju dunia yang penuh dengan penderitaan dan kesedihan? Bukankah dosa yang menyebabkan tenggelamnya penduduk bumi di zaman Nabi Nuh, hingga air menutupi puncak-puncak gunung? Allah menempatkan ‘Pohon Pengetahuan Tentang yang Baik dan yang Jahat’ di Taman Eden untuk memberi Adam dan Hawa pilihan, taat kepada Tuhan atau tidak. Taat berarti berkah, tidak taat berarti “musibah.” Amin (BFP)