DIAMPUNI | 1 YOHANES 2:12

Sobat Obor, bayangkan seorang anak kecil yang tanpa sengaja memecahkan vas bunga kesayangan ibunya. Ia ketakutan dan bersembunyi di kamar, merasa tak pantas untuk dimaafkan. Tapi sang ibu datang, memeluknya, dan berkata, “Mama sudah tahu. Mama tetap sayang kamu.” Air mata anak itu berubah menjadi senyum lega, bukan karena vasnya utuh kembali, tapi karena kasih ibunya tak berubah. Begitu jugalah Allah mengampuni kita. Ia tidak menunggu kita sempurna untuk mengasihi, tetapi mengasihi agar kita bisa berubah

Dalam suratnya, Yohanes berbicara seperti seorang ayah rohani kepada anak-anak yang dikasihinya. Ia tahu bahwa di tengah dunia yang gelap, anak-anak Tuhan bisa merasa lemah dan bersalah. Karena itu ia menulis, “Hai anak-anak, dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.” Kalimat ini sederhana, tetapi mengandung kebenaran yang sangat dalam: kita diampuni bukan karena kita baik, tapi karena kasih dan nama Yesus yang berkuasa menyelamatkan. Yohanes ingin setiap orang percaya, mengingat bahwa pengampunan adalah dasar kehidupan iman. Sering kali kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan karena dosa atau kegagalan. Namun Yohanes mengingatkan bahwa kasih Allah lebih besar dari rasa bersalah kita. Yohanes memakai kata “anak-anak” bukan sekadar sebtan lembut, melainkan tanda keakraban. Ia ingin menegaskan bahwa kita semua tetap anak-anak Allah. Pengampunan bukan hanya menghapus masa lalu, tetapi membuka masa depan. Setiap kali kita diampuni, Tuhan sedang memberi kesempatan baru untuk berjalan lebih dekat dengan-Nya.

Sobat obor, pengampunan bukan alasan untuk hidup sembarangan, melainkan kekuatan untuk hidup lebih benar. Saat kita sadar telah diampuni “oleh karena nama-Nya”, kita dipanggil untuk membawa kasih yang sama kepada sesama yaitu mengampuni, bukan membalas; menolong, bukan menjatuhkan. Kita diajak untuk hidup dengan hati yang bersyukur. Karena itu, jangan biarkan rasa bersalah menguasai hidup kita. Ingatlah: kasih Kristus lebih kuat dari setiap kesalahan yang kita lakukan. Amin (MT)