KETIKA CINTA SALAH ARAH | 1 YOHANES 2:15-17
Sobat Obor, hidup manusia ditopang oleh cinta. Kita mencintai keluarga, pekerjaan, bahkan impian-impian kita. Namun, tidak semua cinta menuntun kita ke arah yang benar. Ada cinta yang membuat kita semakin dekat kepada Allah, tapi ada juga cinta yang perlahan menjauhkan kita dari-Nya. Itulah sebabnya Rasul Yohanes menulis dengan lembut namun tegas: “Janganlah kamu mengasihi dunia.” Yohanes tidak sedang berkata bahwa kita harus membenci dunia ciptaan Allah, sebab dunia ini tetaplah karya tangan-Nya. Tetapi yang ia maksud adalah sistem dunia yang telah rusak oleh dosa. Manusia sering menggantikan kasih Allah dengan kasih kepada hal-hal yang sementara.
Ada tiga hal yang Yohanes sebutkan sebagai wajah dunia: keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup. Keinginan daging membuat manusia mencari kenikmatan tanpa batas. Keinginan mata membuat kita selalu ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Dan keangkuhan hidup membuat kita berpikir seolah kita tidak memerlukan Tuhan. Dunia memanggil kita untuk mencintainya dengan janji sukses, pujian, dan kebanggaan diri. Tapi semua itu fana. Seperti bunga di padang, ia indah pagi hari dan layu di sore hari. Yohanes berkata, “Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya.” Apa yang kini tampak penting suatu hari akan hilang, dan hanya kasih Allah yang tetap abadi.
Sobat obor, ingatlah bahwa cinta dunia hanya menawarkan kilau yang sesaat, tapi kasih Allah memberi terang yang kekal. Jangan menukar kasih Bapa dengan cinta yang akan hilang. Dunia bisa mempesona, tapi hanya kasih Allah yang memulihkan. Cintailah dunia seperlunya, tapi cintailah Allah sepenuhnya. Berpautlah pada Allah, maka kita telah menemukan kekekalan di tengah kefanaan dunia. Sebab hanya kasih kepada-Nya yang membuat hidup ini berarti dan kekal. Jika kita melepaskan diri dari kasih Allah, kita mungkin tampak terbang tinggi, sukses, dikagumi dan bahagia. Tapi tanpa kasih Bapa, hidup kita kehilangan arah dan akhirnya jatuh. Kita harus menyadari, hidup ini bukan tentang berapa banyak yang kita miliki, melainkan kepada siapa hati kita berpaling. Karena itu, janganlah salah arah. Amin (MT)

