GEREJA DIPUSARAN KONFLIK | 1 KORINTUS 1:11
Sobat Obor, Perpecahan dan pertengkaran senantiasa mewarnai kehidupan manusia. Pertengkaran bisa berawal dari berbagai sebab yang biasanya dimulai dengan perselisihan akan hal kecil. Hubungan manusia yang rusak karena pertengkaran digambarkan seperti pecahnya bendungan karena tekanan air yang besar. Pecahnya bendungan dimulai dari sebuah lubang air yang kecil. Aliran air yang kecil dan terus mengalir akan melahirkan pancaran air yang besar dan menghancurkan. Kalau kita mengamati konflik-konflik yang terjadi, mulai dari lingkup yang kecil, antar teman, antar saudara, bahkan antar bangsa, biasanya yang menjadi pemicu adalah hal kecil yang tidak segera diselesaikan dengan baik. Rasul Paulus dipakai Tuhan mengajar-menuntun umat jemaat di Korintus untuk bersatu dan saling mengasihi dengan kasih persaudaraan, Paulus menegur benih-benih perpecahan mereka. Ia telah menerima laporan dari beberapa orang yang bermaksud baik, bahwa ada perbedaan pendapat yang tidak menyenangkan di antara mereka. Tidak ada maksud jahat, yang mendorong adalah keprihatinan mereka yang baik dan bijaksana untuk meredakan perselisihan ini melalui perantaraan Paulus. Sebab perpecahan para pemimpin juga umat dalam jemaat di Korintus mulai berkembang; beberapa anggota gereja mulai lebih lekat kepada para pelayan Injil tertentu daripada dengan Injil.
Tidak ada gereja yang sempurna. Kita yakin setiap gereja pasti pernah mengalami konflik. Hendaknya kita sebagai jemaat Tuhan mengingat bahwa gereja merupakan kumpulan orang-orang berdosa yang telah dipanggil ke dalam terang. Gereja adalah kumpulan dari orang-orang yang berdosa yang sedang dalam proses pengudusan yang tidak dapat menghindari diri dari konflik. Konflik dalam gereja bisa terjadi karena masalah-masalah yang berkaitan dengan organisasi, seperti program kerja, konflik antar pribadi, antar kelompok-kelompok dalam gereja, bisa juga antar anggota dalam kelompok, konflik pimpinan gereja dan tokoh jemaat, konflik pendeta dan pengurus gereja bahkan tak jarang terjadi konflik antar pendeta, dsb. Kondisi seperti ini sama dengan tanah yang kering dan gersang, perlu disirami air hujan anugerah dan pembajakan ulang supaya menjadi tanah yang subur. Amin (BFP)

