PANGGILAN UNTUK BERAKAR | KISAH PARA RASUL 2:41
Sobat Obor, pernahkah kalian merasa punya banyak sekali teman di media sosial tapi saat lagi merasa sedih atau butuh bantuan nyata, rasanya bingung mau menghubungi siapa? Di zaman sekarang, kita sering terjebak dalam hubungan yang “ramai di layar tapi sepi di hati”. Kita punya banyak kenalan, tapi jarang sekali punya ikatan tulus. Padahal, hidup ini ibarat sapu lidi; kalau cuma sebatang, dia gampang sekali dipatahkan. Tapi kalau lidi-lidi itu dikumpulkan dan diikat menjadi satu menjadi kuat. Sebagai Pemuda GMIM, kita tidak diciptakan untuk menjadi hebat sendirian. Kita butuh sebuah tim atau keluarga rohani yang bisa membuat kita tetap kuat di tengah pergaulan dunia.
Dalam ayat ini, kita melihat sebuah kejadian yang sangat luar biasa. Setelah mendengar penjelasan Petrus tentang siapa Tuhan Yesus, ada sekitar tiga ribu orang yang hatinya tersentuh. Mereka tidak hanya diam atau sekadar tahu, tapi mereka langsung ambil keputusan untuk “join” menjadi satu keluarga besar melalui baptisan. Ini bukan cuma soal jumlah orang yang bertambah banyak di dalam organisasi, tapi soal orang-orang yang berani berkomitmen untuk tidak lagi hidup sendiri-sendiri atau cuek satu sama lain. Mereka memilih untuk mengikatkan diri dalam satu komunitas baru karena mereka sadar bahwa hidup mengikut Tuhan itu butuh dukungan dan semangat dari teman-teman seiman lainnya. Pertanyaannya sederhana: sudahkah kita benar-benar “join” di persekutuan pemuda kita dengan sepenuh hati? Jangan sampai kita jadi pemuda yang cuma datang ke ibadah kalau lagi mau saja, atau cuma sekadar “setor muka”. Menjadi bagian dari Obor Pembangunan artinya kita mau membuka diri, mau saling kenal, mau saling bantu, dan mau bertumbuh. Mari kita jadikan persekutuan kita bukan cuma tempat kumpul atau sekadar menjalankan program, tapi tempat di mana kita benar-benar merasa punya keluarga yang saling menjaga satu sama lain di dalam Tuhan. Amin (DLW)

