HORMAT DAN KEKAGUMAN | KISAH PARA RASUL 2:43

Sobat Obor, ada perbedaan besar antara sekadar “tahu tentang Tuhan” dan “mengenal Tuhan”. Sering kali dalam persekutuan pemuda, kita terjebak pada rutinitas yang membuat kita kehilangan rasa hormat yang kudus kepada Allah. Kita datang beribadah, menyanyi, dan mendengar khotbah, namun hati kita terasa datar. Ketika kehadiran Tuhan dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja, maka persekutuan kita perlahan-lahan akan kehilangan daya spiritualnya. Kita menjadi komunitas yang sibuk secara organisasi, namun kering secara rohani karena tidak lagi memiliki kekaguman terhadap kebesaran Tuhan yang kita sembah. Alkitab mencatat sebuah suasana yang sangat kuat: “Maka ketakutanlah mereka semua”. Kata “takut” di sini dalam bahasa aslinya tidak berarti takut seperti melihat ancaman, melainkan perasaan gentar dan hormat yang sangat dalam karena menyadari kehadiran Allah yang kudus. Secara dogmatis, ini menegaskan bahwa Allah adalah Misterium Tremendum, Tuhan yang mahabesar dan suci yang harus dihormati dengan segenap keberadaan kita. Akibat dari sikap jemaat yang sangat menghormati Allah ini, kuasa Tuhan dinyatakan secara nyata melalui banyak tanda dan mujizat yang dibuat oleh para rasul. Mujizat bukanlah pusatnya, melainkan dampak dari rasa hormat jemaat kepada kedaulatan Allah.

Aplikasi bagi kita hari ini adalah tentang bagaimana kita memposisikan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Pemuda Kristen sering kali terjebak pada sikap yang terlalu santai atau meremehkan hal-hal yang kudus. Mari kita periksa kembali: apakah kita masih memiliki rasa “gentar” saat berdoa? Apakah kita masih menghargai persekutuan ibadah dan kebenaran Firman Tuhan? Jika kita merindukan adanya perubahan besar dan “mujizat” karakter di tengah persekutuan Obor Pembangunan, maka kita harus mengembalikan rasa hormat yang kudus itu. Persekutuan yang menghormati Allah akan menjadi tempat di mana kuasa Roh Kudus bekerja dengan bebas untuk mengubahkan hidup setiap orang yang ada di dalamnya. Amin (DLW)