GAYA HIDUP YANG BERDAMPAK | KISAH PARA RASUL 2:47

Sobat Obor, coba bayangkan sebuah reaksi berantai atau efek domino. Ketika satu balok jatuh, ia akan menjatuhkan balok berikutnya, dan terus berlanjut sampai semua balok roboh. Hidup kita pun sebenarnya bekerja dengan cara yang sama. Apa yang kita lakukan di dalam persekutuan tidak akan berhenti di sana saja; itu akan terpancar keluar dan memengaruhi cara orang lain melihat kita. Sering kali kita sebagai pemuda Kristen sibuk mencari cara agar gereja kita ramai atau bagaimana supaya orang tertarik ikut kegiatan pemuda. Kita sibuk dengan promosi atau konten yang menarik, namun terkadang kita lupa bahwa “iklan” yang paling manjur bagi kekristenan bukanlah poster yang bagus, melainkan kualitas hidup kita sendiri.

Dalam ayat ini kita melihat akhir dari rangkaian gaya hidup jemaat mula- mula. Karena mereka tekun belajar, tulus berbagi, dan rutin beribadah, hasilnya sangat nyata: Mereka disukai semua orang. Mereka menjadi magnet bagi masyarakat di sekitarnya. Ini membuktikan bahwa penginjilan yang paling efektif dimulai dari integritas jemaat. Ketika orang luar melihat ada sebuah komunitas pemuda yang hidupnya rukun, tidak suka pamer, jujur, dan penuh kasih, maka secara otomatis mereka akan bertanya,”Tuhan siapa yang mereka sembah?” Keselamatan bukan sekadar hasil dari khotbah yang hebat, tapi hasil dari Tuhan yang bekerja melalui kehidupan orang percaya yang konsisten. Pesan untuk kita Pemuda GMIM adalah tentang kesaksian hidup. Dunia sekarang sudah bosan dengan kata-kata yang indah tapi kosong. Orang-orang di sekolah, kampus, atau tempat kerja kita sedang memperhatikan apakah iman kita itu nyata atau cuma pajangan di hari Minggu. Obor Pembangunan harus menjadi terang yang asli, bukan sekadar lampu hias yang hanya menyala saat acara gereja. Jika kita ingin melihat pertumbuhan pemuda yang nyata, mulailah dengan hidup yang disukai semua orang karena kebaikan dan ketulusan kita. Amin (DLW)