BERDOALAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH | MAZMUR 130:2
Sobat Obor, Pemazmur memohon agar Tuhan memperhatikan doanya. Ini doa orang yang takut doanya tidak didengar. Banyak pemuda mengalami hal yang sama. Sudah lama berdoa tentang masa depan, pekerjaan, pasangan hidup, atau keluarga, tetapi jawabannya tidak kunjung datang. Perlahan muncul pikiran: “Tuhan dengar gak sih?” Mazmur 130:2 memperlihatkan hati seorang pemazmur yang datang kepada Tuhan dengan kerinduan besar untuk didengar. Ia tidak hanya berseru, tetapi juga memohon agar Tuhan sungguh-sungguh memperhatikan doanya. Ayat ini menunjukkan bahwa doa bukan sekadar rutinitas rohani, melainkan perjumpaan yang lahir dari kebutuhan terdalam manusia akan Tuhan.
Sobat obor, banyak pemuda berdoa, tetapi sering kali doa itu menjadi formal dan terburu-buru. Kita berdoa sebelum tidur, sebelum makan, atau saat ibadah, namun hati kita sebenarnya penuh dengan distraksi. Ada kalanya kita merasa doa kita tidak sampai ke hadirat Tuhan. Kita bertanya dalam hati, “Apakah Tuhan ada dengar kita pe doa ato nda?” Pertanyaan ini sering muncul ketika doa kita belum dijawab, ketika penderitaan terasa panjang, dan ketika hidup terasa berat. Mazmur 130:2 mengajarkan bahwa Tuhan adalah Allah yang mendengar. Pemazmur berani memohon perhatian Tuhan karena ia percaya bahwa Tuhan peduli. Jika Tuhan tidak peduli, Ia tidak akan rela mengorbankan Anak-Nya. Salib menjadi bukti nyata bahwa Tuhan memperhatikan jeritan manusia, bahkan jeritan yang lahir dari dosa dan kelemahan.
Sobat obor, ayat ini mengajak kita untuk datang kepada Tuhan dengan doa yang jujur dan sungguh. Tidak perlu kata-kata indah atau kalimat rohani yang panjang. Tuhan mendengar suara hati yang tulus. Dalam Minggu Sengsara Pertama ini, kita diajak meneladani pemazmur yang dengan rendah hati memohon agar Tuhan mendengarkan dan memperhatikan hidupnya. Tuhan yang kita sembah bukan Allah yang jauh dan acuh. Ia adalah Bapa yang telinga-Nya terbuka bagi anak-anak-Nya. Ketika kita berseru dengan iman, Tuhan hadir, mendengar, dan bekerja pada waktu- Nya yang tepat. Amin (SIS)

