ADA PENGAMPUNAN | MAZMUR 130:4-5

Sobat Obor, Hidup sebagai pemuda sering kali dipenuhi dengan penantian—menanti masa depan yang lebih baik, menanti jawaban doa, menanti kejelasan arah hidup. Di tengah penantian itu, kita juga membawa beban kesalahan dan kegagalan. Sebagai pemuda juga, kita hidup di tengah banyak pilihan, tuntutan, dan tekanan. Ada saat-saat kita merasa gagal, salah langkah, atau jauh dari Tuhan. Di sisi lain, kita juga sering tidak sabar menunggu proses hidup yang Tuhan izinkan terjad Mazmur 130:4–5 hadir sebagai kabar pengharapan bagi pemuda yang rindu dipulihkan dan dikuatkan. Pemazmur dengan berani menyatakan bahwa pada Tuhan ada pengampunan. Pengampunan ini bukan sesuatu yang murah atau sepele, melainkan anugerah yang memulihkan relasi manusia dengan Allah. Menariknya, pemazmur berkata bahwa pengampunan melahirkan rasa takut akan Tuhan. Artinya, kasih karunia Tuhan tidak membuat kita hidup sembarangan, tetapi justru mendorong kita untuk hidup dengan hormat dan ketaatan. Bagi pemuda, sering kali ada dua ekstrem: merasa terlalu berdosa sehingga menjauh dari Tuhan, atau merasa sudah diampuni lalu hidup tanpa tanggung jawab. Mazmur ini menempatkan pengampunan pada posisi yang benar—sebagai dasar hidup yang takut akan Tuhan. Pemazmur juga menunjukkan sikap menanti Tuhan. Penantian ini bukan pasif, melainkan penuh iman. Ia menanti dengan seluruh jiwanya dan berharap pada firman Tuhan. Firman menjadi pegangan di tengah ketidakpastian. Di usia muda, ketika banyak pilihan dan suara saling bersaing, firman Tuhan menolong kita tetap berjalan di jalur yang benar. Sebagai pemuda, hiduplah dalam kesadaran bahwa kamu telah diampuni oleh Tuhan. Jangan hidup dalam rasa bersalah yang berkepanjangan, tetapi juga jangan menyalahgunakan kasih karunia. Belajarlah menanti Tuhan dengan setia, membaca dan merenungkan f irman-Nya, serta menjadikannya dasar setiap keputusan hidup. Amin (SIS)