KETAATAN | YEREMIA 18:1-3
Sobat Obor, seorang jemaat yang tidak terlalu aktif di gereja memberi tahu pendetanya bahwa ia akan berziarah ke tanah perjanjian Israel. Ia kemudian menyatakan tekadnya untuk bisa sampai ke puncak gunung Sinai. Jika kemudian ia telah berada di puncak maka ia berjanji akan membaca 10 perintah Tuhan dengan keras-keras bahkan hendak mengabadikannya melalui rekaman video. Pria itu mengira dengan tekadnya itu maka ia dapat menyenangkan pendetanya. Akan tetapi tanggapan dari pendetanya itu malah membuat ia tercenggang dan malu. Pendetanya mengatakan daripada menempuh perjalanan beribu- ribu kilometer untuk membaca Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai, mengapa Anda tidak tinggal di rumah saja dan menaati sepuluh perintah tersebut?”. Bukankah satu saja dari sepuluh perintah itu seringakali sangat sulit untuk kau lakukan?
Sobat obor, Tuhan menghendaki kita sebagai orang muda di hari ini seperti Yeremia yang taat kepada-Nya. Ketaatan sang Nabi bukan hanya sekedar mendengar firman tetapi melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan adalah tindakan nyata dan bukan hanya sekedar retorika semata. Nabi Yeremia menunjukkan bahwa sekalipun ia masih muda bukan berarti dia harus takut dan tawar hati. Melainkan dia menunjukkan keberanian imannya untuk menjadi alat Tuhan bagi bangsa Yehuda. Dia melakukan kehendak Tuhan dengan setia tanpa bersungut-sungut dan langsung bangkit dan pergi ke rumah tukang periuk sebagaimana firman Tuhan kepadanya.
Sobat obor, jadilah orang muda yang taat kepada Tuhan. Ketaatan ini bukan hanya sekedar mendengarkan kebenaran firman-Nya atau juga rajin membaca firman-Nya. Tetapi kita terpanggil sebagai orang muda agar tetap setia dan taat untuk melakukan firman-Nya dalam kehidupan yang dijalani. Walaupun mungkin untuk taat dalam melakukan firman tidak mudah tetapi ingatlah bahwa ketaatan akan menghadirkan berkat bagi kita sekalipun harus melewati jalan yang berat dan penuh onak dan duri. Ingat dan renungkanlah bagaimana Yesus Kristus mati untuk menebus kita dalam ketaatan-Nya kepada Bapa di atas kayu salib. Amin (ARMI)

