JANGAN MENYIMPANG | YEREMIA 18:13-17
Sobat Obor, masih ingatkah kita lagu di masa kita kanak-kanak pada saat kita di sekolah minggu yang berjudul Jalan Serta Yesus? Pasti kita semua masih mengingatnya. Oleh karena itu mari kita menyanyikannya, jalan serta Yesus, jalan serta-Nya setiap hari. Jalan serta Yesus, serta Yesus selamanya. Jalan dalam suka, jalan dalam
duka, Jalan serta-Nya setiap hari. Jalan dalam suka jalan dalam duka, serta Yesus selamanya. Lagu ini tentu saja bukan hanya sekedar kita nyanyikan semata. Tetapi menjadi pengingat dalam kehidupan yang dijalani agar tetap berjalan bersama Yesus dalam hidup ini, sehingga kita tidak akan salang melangkah dan menyimpang dari setiap jalan-jalan Tuhaan.
Sobat obor, Yehuda telah menyimpang dari jalan Tuhan sehingga penghukuman tidak terlelakkan lagi. Tuhan tentu saja bertindak dalam malapetaka yang di datangan kepada Yehuda sebagai respon atas pilihan hidup yang menuruti keinginan hati mereka di dalam rencana mereka dan mengabaikan rancagan Tuhan atas mereka. Tindakan Tuhan bukan berarti tidak mengasihi umat-Nya malah sebaliknya penghukuman ini adalah tindakan untuk menyadarkan Yehuda atas kesalahan dan dosa mereka yang berat. Sebab mereka bukan hanya sekedar salah jalan tetapi telah menghianati Tuhan dalam kasih-Nya terhadap Yehuda. Mereka telah melupakan Tuhan dan mengasihi dewa kesia-siaan dengan membakar korban kepadanya. Yehuda telah mengambil jalan yang menyimpang dan tidak rata sehingga mereka tersandung jatuh di jalan-jalan mereka. Yehuda telah membuat negeri mereka jauh dari berkat Tuhan. Negerinya menjadi kengerian dan menjadi sasaran suitan atau cemoohan yang adalah penghinaan bagi bangsa milik Tuhan. Sehingga tidaklah mengherankan jika dikatakan bahwa Tuhan memalingkan muka-Nya dan memperhadapkan belakang-Nya kepada Yehuda.
Sobat obor, Tuhan mau kita terus hidup berjalan dalam jalan-jalan-Nya. Itu berarti kesetiaan dalam kehidupan di masa muda untuk selalu bersama Tuhan dan mengasihi-Nya. Kesetiaan ini akan membawa kita diberkati Tuhan. Tetaplah mengasihi Tuhan dan jangan berpaling dari cinta-Nya, apalagi kemudian menduakan cinta Tuhan dengan memberhalakan hal- hal lain di dunia ini dan menomorduakan Dia dalam kehidupan di masa muda kita. Amin (ARMI)

