TAHU KEBENARAN TAPI TIDAK BISA MELAKUKANNYA | MARKUS 15:9-10

Sobat Obor, Yesus yang belum tentu bersalah. Bahkan jelas sekali Yesus tidak bersalah, dihukum mati dengan cara disalib.Tuduhan yang diarahkan kepada Yesus dibuat buat. Yesus bukanlah pemberontak, kehidupan dan pengajaran-Nya dipenuhi dengan kasih. Pilatus pun sadar akan akan hal itu. Pilatus tahu banyak orang itu menfitnah Yesus karena dengki. Tapi Pilatus tidak bisa mengikuti hati nuraninya. Pilatus sangat tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi Pilatus tidak mewujudkan apa yang diketahui dalam keputusannya. Dia tahu Yesus tidak bersalah tapi keputusan yang dibuat, Yesus diserahkan untuk disalibkan.

Tahu itu keliru tapi tetap saja melakukannya. Bisa jadi kita pun melakukan hal itu. Iblis bekerja dan terus mencari cara untuk menjatuhkan orang percaya dalam dosa. Semakin kuat iman kita bisa saja iblis semakin giat bekerja menjatuhkan kita. “Kedagingan” kita lebih menyukai hal-hal yang mudah daripada yang sulit. Contoh; mana yang lebih kita sukai, main game atau baca buku? Masuk gereja atau mall? Kecenderungan manusiawi memilih hal-hal menyenangkan. Bahkan berkaitan dengan ibadah, bukan lagi tentang memuliakan Tuhan tapi untuk menyenangkan kedagingan kita. Ibadah yang mengikuti selera kita dianggap yang paling baik. Lebih pada apa yang kita suka bukan apa yang Tuhan suka untuk kita lakukan.

Sobat obor, manusia lemah, terbatas, berdosa. Iblis paham betul akan hal itu. Manusia cenderung memilih semua yang menyenangkan. Tahu salah, berdosa tapi karena godaan iblis dan kedagingan, tetap melakukannya. Tahu kebenaran tapi tetap hidup dalam keberdosaan. Tahu orang lain benar dan kita telah bersalah, tetap saja tidak mau mengaku salah, dan minta maaf. Bukankah mereka yang menerima pengampunan adalah mereka yang sadar akan kesalahan, mengaku dosa, dan bertobat dengan sungguh? Sobat obor Bacaan ini mengingatkan kita untuk tahu kebenaran dan melakukannya. Tahu firman, memahaminya dan melakukannya. Jika kita sadar telah bersalah, mengaku dosa, minta ampun dan bertobat. Semoga Tuhan memampukan kita melakukannya. Amin (FPK)