DIHASUT DAN TERHASUT | MARKUS 15:11-13
Sobat Obor, Pengadilan yang dialami Yesus berlangsung sangat cepat, tidak adil dan penuh dengan persekongkolan jahat. Bagaimana tidak berpikir seperti itu; malam hari Yesus ditangkap, pagi besoknya diadili, dihukum mati dengan cara disalib, dan hari itu juga langsung dieksekusi. Waktunya tidak sampai 24 jam!Waktu Yesus dihukum mati juga bertepatan dengan hari besar orang yahudi. Yerusalem penuh sesak dengan manusia yang datang dari berbagai tempat untuk merayakan paskah. Ditengah banyaknya keramaian di Yerusalem, terdapat keramaian yang menarik perhatian, yaitu; Pengadilan dan eksekusi penyaliban Yesus.
Bacaan kita saat ini memperlihatkan imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta Barabas yang dibebaskan bagi mereka dan disatu sisi Yesus yang harus dihukum mati. Yesus dituduh sebagai raja orang Yahudi, sehingga dianggap pemberontak dan pantas untuk dihukum mati. Hal yang menarik dari situasi ini ialah, menghasut dan terhasut. Siapa yang menghasut? Imam-imam kepala. Mereka bukan orang sembarangan. Kedudukan mereka tinggi. Mereka pemimpin dan sangat dihormati. Perkataan mereka didengar dan dituruti. Merekalah yang menghasut orang banyak yang berkumpul saat itu agar Barabas bebas dan Yesus disalibkan. Siapa yang dihasut? Orang banyak. Bahkan orang yang tidak tahu apa apa, bisa jadi ikut berteriak “salibkan Dia”. Aktor intelektualnya orang yang berkedudukan tinggi, dihargai dan dihormati. Mereka yang berkepentingan. Garda terdepan ialah orang biasa yang bisa saja hanya dimanfaatkan dan tidak tahu apa-apa.
Sobat obor, mengajak orang untuk melakukan sesuatu tentu tidak salah. Menjadi salah ketika kita menghasut untuk melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Mari kita saling Mengajak orang untuk membangun dan bertumbuh bersama bukan untuk dimanfaatkan supaya kepentingan kita tercapai. Berikut sebagai orang muda jangan mudah terhasut. Ajakan yang didengar jangan diterima mentah, Proses dulu dalam pikiran kemudian ambil keputusan. Jika ajakan itu baik dan membangun, turuti. Jika itu merugikan diri apalagi orang lain, jauhi! Bijaklah menjalani masa muda. Amin (FPK)

