TETAP JAUHI KEJAHATAN DAN LAKUKAN KEBAIKAN | MARKUS 15:14-15
Sobat Obor, Pagi-pagi benar. Tidak bisa menunggu. Bagi banyak orang yang menangkap Yesus, pengadilan Yesus haruslah dilaksanakan dalam tempo secepatnya. Tidak bisa ditunda. Inilah momentum yang paling tepat. Semua sepakat, Yesus dibawah ke hadapan Pilatus untuk diadili. Pilatus perwakilan Kekaisaran Roma di Yudea. Ia terpaksa menerima mereka pagi hari, hari itu hari perayaan, banyak orang berkumpul, jangan sampai terjadi keributan di tempat yang rawan pemberontakan. Pilatus harus dengan segera menyelesaikan masalah itu.
Supaya dihukum mati, tuduhan terhadap Yesus tidak boleh hanya mengaku diri sebagai Allah. Yesus harus dituduh sebagai pemberontak; mengaku diri sebagai raja orang yahudi. Ada tuduhan palsu terhadap Yesus. Bukan pemberontak tapi dituduh sebagai pemberontak. Pengadilan Yesus dipenuhi intervensi. Nyatalah memang sedari awal hukuman Yesus sudah ditetapkan yaitu hukuman mati. Imam-imam kepala, tua-tua dan ahli-ahli taurat serta seluruh mahkamah agama telah bermupakat. Mereka menghasut orang banyak yang terkumpul saat itu. Dan rencana mereka berhasil. Terdengar teriakan, salibkan Dia! Salibkan Dia! Bahkan mereka lebih memilih barabas yang nyatanya benar seorang pemberontak ketimbang Yesus yang penuh kasih. Bagaimana dengan Pilatus? Mau tidak mau harus mengikuti keinginan orang banyak itu, menyerahkan Yesus untuk disalibkan.
Sobat obor, terkadang dalam hidup yang menang bukan yang benar tapi yang salah! Terkadang yang tulus tersingkir karena kalah bersaing dengan yang bulus. Tapi kemenangan yang didapat seperti itu tidak bertahan lama. Disaat Yesus diserahkan untuk disalibkan, kelihatannya kejahatan menjadi pemenang. Tapi Ceritanya ternyata tidak hanya berakhir sampai disitu, cerita dalam injil markus masih berlanjut. Masih ada cerita pada hari ketiga Yesus bangkit dan berulang-ulang menampakkan diri kepada para murid dan terangkat ke sorga. Ternyata kebenaran akan selalu menang. Kegelapan tetap akan berlalu dan berganti dengan terang yang ajaib. Ini keyakinan kita dan jadi kekuatan kita. Tetap melekatkan hati kepada-Nya. Tetap menjauhi kejahatan dan melakukan kebaikan. Amin (FPK)

