SEKALIPUN KAMU TIDAK MELIHAT-NYA | 1PETRUS1:8
S obat obor, Rasul Petrus juga menyingkapkan keindahan iman orang Kristen, yaitu kemampuan untuk memercayai dan mengasihi Kristus, meskipun mereka tidak pernah melihat Dia secara fisik. Hendaklah setiap orang Kristen memusatkan pengharapan pada kekekalan dan menanti-nantikan hari kedatangan Kristus, yaitu saat orang percaya berjumpa dengan Sang Juruselamat
Dalam anugerah dan hikmat-Nya, kadang-kadang Tuhan memperlihatkan tanda kepada mereka yang sulit untuk percaya tanpa melihat. Akan tetapi, tidak semua orang memperoleh anugerah untuk melihat tanda. Prinsip yang umum berlaku adalah, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29b). Ingatlah bahwa “Iman adalah … bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1). Walaupun adanya tanda penting bagi orang yang lemah imannya, orang beriman seharusnya percaya tanpa perlu melihat tanda. Pada masa kini, banyak orang Kristen merasa bangga bila bisa melihat tanda dan merasa rendah diri bila tidak melihat tanda. Kita tidak harus melihat udara untuk percaya bahwa udara itu ada. Kita yakin udara itu ada karena untuk hidup kita sangat membutuhkannya. Begitu pula dengan pengalaman kebangkitan. Kita percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian, kendati kita tidak melihat langsung seperti Thomas murid Yesus. Apa yang diyakini dan disaksikan para rasul itulah yang kita warisi sampai sekarang. Apa yang mereka yakini, itulah juga menjadi keyakinan kita sekarang, walau kita tidak melihat peristiwanya. Sabda Yesus menegaskan bahwa kita boleh berbahagia walau tidak melihat namun kita percaya.
Perlu diingat bahwa kepercayaan Kristen didasarkan pada Alkitab dan Alkitab ditulis dalam konteks sejarah masa lampau yang harus dipercaya dengan iman. Bila kepercayaan kita didasarkan pada apa yang kita lihat, kita tidak bisa berpegang teguh pada firman Allah. iman kita semakin kuat dengan bertumpu pada Firman Tuhan. Kita bisa menjadi umat yang percaya walau tidak melihat dan kita dimampukan menjadi bagian dari persatuan umat Gereja yang kudus. Amin (BFP)

