SALIB DAN PENGORBANAN | KISAH PARA RASUL 10:39

Sobat Obor, ada kisah tentang seorang kakak yang rela bekerja keras dan menunda kuliahnya demi membiayai adiknya sekolah. Ia mengorbankan mimpinya sementara waktu supaya adiknya memiliki masa depan yang lebih baik. Pengorbanan selalu berbicara tentang kasih. Semakin besar kasih, semakin besar kesediaan untuk berkorban. Dalam khotbahnya di rumah Kornelius, Rasul Petrus menyampaikan satu fakta penting tentang Yesus Kristus: “Mereka telah membunuh Dia dengan menggantung Dia pada kayu salib.” Kalimat ini sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam. Salib bukan sekadar simbol, tetapi pusat iman Kristen. Secara historis, penyaliban adalah hukuman paling hina pada masa itu. Yesus mati sebagai seorang yang dianggap terkutuk. Namun secara teologis, salib adalah bagian dari rencana keselamatan Allah. Yesus yang tidak berdosa menanggung hukuman dosa manusia. Di kayu salib terjadi pertukaran ilahi: Ia memikul kesalahan kita, dan kita menerima pengampunan serta hidup baru. Salib menunjukkan betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besarnya kasih Allah yang tidak menyerah pada manusia. Sobat obor, kita sering berbicara tentang mimpi dan masa depan. Namun salib mengingatkan bahwa hidup yang berarti selalu melibatkan pengorbanan. Yesus membuktikan kasih-Nya bukan hanya dengan katakata, tetapi dengan tindakan. Mengikut Kristus berarti berani memikul salib, menolak dosa, hidup jujur, menjaga komitmen, dan tetap setia walau ada harga yang harus dibayar. Itu mungkin tidak populer, tetapi itulah jalan murid sejati. Salib juga mengingatkan bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan. Bukan hanya itu pemuda juga sering diperhadapkan dengan sebuah pilihan—mengikuti arus atau berdiri dalam kebenaran. Salib juga mengajarkan kita bahwa kasih sejati selalu melibatkan pengorbanan. Yesus tidak hanya berkata Ia mengasihi, tetapi membuktikannya dengan menyerahkan nyawa-Nya. Jika Kristus rela mati bagi kita, maka hidup kita memiliki nilai yang besar.Kiranya kita hidup sebagai pemuda yang mengerti arti salib: kasih yang rela berkorban. Amin (SIS)