RACUN IRI HATI | 1 YOHANES 3:12

Sobat Obor, gereja telah menyatakan melalui sejarah bahwa musuh terbesar iman berasal dari dalam hati yang tercemar oleh dosa. Hari ini kita berhadapan dengan salah satu potret paling kelam dalam sejarah manusia: Kain. Yohanes dengan sangat tegas memberikan peringatan, “Bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya.” Habel dibunuh oleh karena sebuah “racun batin” yang bernama iri hati. Ajaran gereja mengenai depravitas atau kerusakan moral manusia mengingatkan kita bahwa akar dari segala kejahatan adalah penolakan untuk mengakui kebaikan Tuhan pada orang lain. Kain tidak bisa menerima bahwa persembahan adiknya diterima sementara miliknya tidak. Ia merasa terancam oleh kesalehan saudaranya sendiri. Realitas ini sering kali mewarnai persekutuan kita, di mana kita merasa tidak nyaman melihat teman sepelayanan lebih dipakai Tuhan, lebih berhasil dalam studi, atau lebih dicintai banyak orang. Kain adalah representasi dari setiap pribadi yang memilih untuk memelihara kegelapan batin daripada tunduk pada kedaulatan Tuhan.

Kita diajarkan bahwa kebencian yang dipelihara adalah benih maut. Kain membunuh Habel karena “perbuatannya sendiri jahat dan perbuatan adiknya benar.” Standar kebenaran orang lain sering kali menjadi cermin yang menyakitkan bagi ketidakbenaran kita sendiri. Bukannya melakukan introspeksi dan memperbaiki diri, kecenderungan manusia berdosa adalah mencoba membunuh karakter atau reputasi orang lain agar diri sendiri tidak terlihat buruk. Kasih tidak akan pernah bisa tumbuh di tanah hati yang dipenuhi semak duri iri hati. Jika hari ini ada rasa benci atau dengki yang mulai mengakar terhadap sesama, ingatlah bahwa itu adalah benih yang tidak berasal dari Allah. Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh karakter Kain yang memisahkan kita dari persekutuan persaudaraan dan dari hadirat Allah sendiri. Mintalah hati yang baru, yang mampu bersyukur atas berkat yang diterima orang lain sebagaimana kita mensyukuri berkat kita sendiri. Amin (DLW)