MENGETAHUI KEBENARAN | 1YOHANES 2: 20-21

Sobat Obor, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kebenaran diartikan sebagai keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan  keadaan  yang  sesungguhnya.  Kebenaran  adalah sesuatu yang sungguh-sungguh atau benar-benar ada, dan kebenaran adalah kelurusan hati, kejujuran. Hal ini tentu saja berlawanan dengan kata dusta. Sebab kata dusta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tidak benar atau bohong. Berbicara mengenai dua kata ini yakni kebenaran dan dusta seperti dua sisi uang logam yang tidak dapat dipisahkan, sebab dimana ada kebenaran berarti disitu tidak ada dusta demikian pula sebaliknya. Hal ini tentu seharusnya mendorong setiap orang untuk tetap benar daripada hidup dalam kebohongan atau dusta. Sebab kebenaran pasti akan menghadirkan banyak hal positif yang membangun dibandingkan dengan perkataan dusta.

Sobat obor, firman Tuhan hari ini berbicara tentang kebenaran yang menegaskan bahwa tidak ada dusta (Yun. pseudos, palsu, tipu daya) yang berasal dari kebenaran (Yun. aletheia berasal dari dua kata yakni a=tidak dan lethe=tersembunyi/terlupakan. Jadi aletheia adalah sesuatu yang tidak tersembunyi, realitas yang dinyatakan. Suatu kebenaran yang nyata secara moral dan rohani). Yohanes sekali lagi menegaskan bahwa setiap orang percaya telah memperoleh pengurapan dari yang Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus sehingga mengetahui bahwa dusta dalam segala kemasannya tidak dapat berubah menjadi sebuah kebenaran.

Sobat obor, marilah sebagai orang muda kita terus hidup dalam kebenaran dan menjauhi hidup dari segala tipu daya, dusta atau kebohongan. Beranilah menjadi orang muda yang selalu mengucapkan hal yang benar mulai dari hal kecil dan sederhana dalam kehidupan ini. Memang mungkin tidak mudah di jaman yang bergerak maju secara cepat dan bisa membawa kita berkompromi dalam segal hal untuk mencapai suatu tujuan yang kita inginkan dan menghalalkan segala cara termasuk dusta atau kebohongan kita legalkan untuk dilakukan. Jangan tergoda untuk jatuh di dalamnya. Yohanes Krisostomus mengatakan: tidak ada yang lebih kuat dari kebenaran; ia mungkin ditentang, tetapi tidak dapat dikalahkan. Amin (ARMI)