HIKMAT ALLAH JAUH MELAMPAUI HIKMAT MANUSIA | 1 KORINTUS 1:25

Sobat Obor, Roma 11:33-34 mengatakan, “O, alangkah dalamnya kekayaan, dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau, siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Jika kita berbicara mengenai hikmat dan kebenaran Allah, kita harus tersungkur dalam segala kerendahan hati kita. Hikmat Allah itu jauh lebih tinggi, jauh lebih dalam, jauh lebih lebar, dan jauh lebih panjang dari pada hikmat manusia. Itulah mengapa dalam 1 korintus 1:21 Paulus menuliskan “oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan injil. Hikmat Allah selalu melampaui hikmat manusia.

Selaras dengan bacaan kita dalam 1 Korintus 13:12 “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” Sebelum masa itu tiba, siapapun kita, menurut ayat ini, tidak bisa mengklaim mengenai kebenaran Allah dengan sejelas-jelasnya. Nanti! Jika masa itu tiba baru kita akan melihat Allah muka dengan muka. Ini tidak berarti kita tidak yakin lagi atas apa yang kita yakini. Tidak! Yakinlah dengan sepenuh hati, tapi juga jangan picik! Jangan paling merasa benar. Hanya Allah satu satunya yang sungguh-sungguh benar. Kita sebagai manusia ciptaan hanya dapat berusaha untuk mengenali kebenaran Allah itu sedalam-dalamnya, tetapi juga menyadari betapa pun dalamnya pengetahuan kita, tetap belum lengkap. Kita harus terus dan terus mencari kebenaran yang lebih tinggi dan lebih lengkap. Oleh karena itu, dengan rendah hati terbukalah kita untuk terus belajar.

Sobat obor, hikmat Allah jauh melampaui hikmat manusia. Apa yang bodoh bagi manusia ternyata disitulah keselamatan teralami. Pinter dan Kritis harus tapi juga dibarengi dengan kerendahan hati. Jangan kepinteran dan kekritisan membuat kita meragukan iman kita kepada Kristus yang disalib. Amin (FPK)