RUMAH BAGI NAMA-MU YANG KUDUS | 1 TAWARIKH 29 : 16

Sobat Obor, pernahkah kita mendengar atau bahkan sering menyanyikan suatu lagu lawas dari God Bless yang berjudul Rumah Kita? Liriknya berkata seperti ini, hanya bilik bambu tempat tinggal kita, tanpa hiasan, tanpa lukisan. Beratap jerami, beralaskan

tanah, namun, semua ini punya kita memang semua ini milik kita sendiri. Kemudian bagian reffreinnya mengatakan, lebih baik di sini rumah kita sendiri. Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa, semuanya ada di sini, rumah kita. Lagu ini menggambarkan suatu kenyaman dan kebahagiaan mempunyai serta tinggal di rumah kita sendiri. Rumah yang dibangun dengan hasil kerja keras kita yang merupakan pemberian dari Tuhan untuk kita. Berbicara tentang rumah maka setiap orang berupaya untuk membuatnya bukan hanya sekedar megah tetapi nyaman untuk ditinggal. Hal ini juga berlaku saat pembangunan rumah Tuhan bukan hanya sekedar kemegahannya tetapi juga bagaimana keberadaannya memberkati orang-orang yang datang dalam rumah Tuhan.

Sobat obor, bacaan hari ini juga berbicara tentang pembangunan rumah Tuhan di mana raja Daud dan umat percaya Tuhan akan berdiam dan tinggal disana. Oleh karena itu bahan-bahan terbaik disiapkan oleh mereka. Sebab semua kelimpahan bahan-bahan adalah dari tangan Tuhan sendiri. Raja Daud menyatakan bahwa segala yang dimiliki oleh mereka adalah pemberian Tuhan dan olehnya maka mereka persembahkan untuk membangun rumah bagi nama Tuhan yang kudus. Suatu pemberian yang disadari dengan sungguh bahwa apa yang ada adalah karena Tuhan yang berkarya dan mengadakannya bagi mereka. Oleh karenanya yang terbaiklah yang dipersembahkan untuk pembangunan rumah Tuhan.

Sobat obor, kita dipanggil untuk berperan aktif dalam pembangunan rumah Tuhan yang kudus. Ini bukan hanya persoalan tentang dana tetapi juga daya dan tenaga yang kita punyai. Sebab sebagaimana raja Daud mengungkapkan bahwa kelimpahan berasal dari Tuhan maka setiap yang ada pada kita juga dipersembahkan untuk pembangunan rumah Tuhan. Amin (ARMI)