INISIATIF KASIH | YEREMIA 31 : 1 – 3
Sobat Obor, pernahkah kamu merasa harus menunjukkan kehebatanmu dulu baru bisa disayangi oleh orang lain? Dalam pergaulan sehari-hari, kasih sayang dan penerimaan sering kali ada syaratnya. Kita baru dihargai kalau kita berprestasi, punya penampilan menarik, atau terlihat sukses. Kalau kita gagal atau melakukan kesalahan, orang-orang bisa dengan cepat menjauhi kita. Namun, firman Tuhan hari ini menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda. Kepada bangsa Israel yang sedang hancur dan penuh dosa di tempat pembuangan, Tuhan justru bersuara: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Tuhanlah yang lebih dulu datang dan menyatakan cinta-Nya, bukan karena bangsa itu pantas menerimanya, tapi murni karena kebaikan hati Tuhan.
Prinsip inilah yang dalam ajaran iman kita dikenal dengan istilah Sola Gratia, yang artinya “hanya oleh anugerah”. Ajaran ini mengingatkan bahwa kasih dan keselamatan dari Allah adalah hadiah cuma-cuma, bukan sesuatu yang bisa kita bayar atau kita capai lewat kebaikan kita sendiri. Kadang kita salah sangka dan mencoba “membeli” kasih Tuhan. Kita berpikir jika kita rajin ibadah, Tuhan akan lebih sayang. Sebaliknya, saat kita jatuh dalam dosa, kita merasa Tuhan pasti membenci dan membuang kita. Padahal, kasih Tuhan itu kekal; tidak naik-turun tergantung pada kelakuan kita. Inisiatif untuk menyelamatkan dan mengasihi selalu datang dari Allah.
Sebagai pemuda yang mungkin lelah karena terus-menerus mencari pengakuan dari manusia, firman ini memberikan kelegaan yang luar biasa. Kamu tidak perlu berpura-pura menjadi sempurna agar diterima oleh Tuhan. Kasih-Nya kepadamu tidak bersyarat dan tidak akan pernah kadaluarsa. Mulai sekarang, berhentilah mencari harga diri dari penilaian dunia yang mudah berubah. Bangunlah hidupmu di atas anugerah kasih Tuhan yang kekal ini, agar kamu bisa melangkah dengan tenang dan penuh rasa syukur. Amin (DLW)

